Beberapa nama sekolah seperti SMK Raden Umar Said (RUS) dan SMK Wisudha Karya yang berada di Kudus, kemudian SMK Brantas Malang, hingga SMK PGRI 2 Ponorogo menjadi tempat bagi 85 pelajar asal KSB akan menimba ilmu.
Para pelajar terpilih, atau disebut AMMAN Scholars, seluruhnya berasal dari setiap kecamatan yang ada di KSB. SMK sengaja dipilih oleh AMMAN karena kurikulumnya membekali generasi muda dengan keterampilan-keterampilan praktis di dunia kerja.
Di sektor Industri Pariwisata di Indonesia yang terus berkembang misalnya, tak terkecuali di KSB. Terdapat tiga aspek utama yang harus dipenuhi dalam proses pengembangannya, yaitu infrastruktur yang memadai, dukungan investasi serta pembangunan SDM yang berkualitas. Berangkat dari hal tersebut, AMMAN menginisiasi dan telah memberikan beasiswa Hospitality yang diperuntukkan kepada generasi muda KSB.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 153 alumni dari batch 1 hingga 4, dan sebanyak 40 Amman scholars’ yang sedang menjalani proses pelatihan. Amman scholars diseleksi dan mengikuti pelatihan profesional di industri pariwisata, mulai dari kemampuan dasar perhotelan, bahasa inggris, ilmu komputer, barista, housekeeping, etika bekerja, serta ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan guna bekerja secara profesional di industri perhotelan dan pariwisata.
Selain itu, untuk menjawab tantangan zaman di era teknologi, AMMAN juga menyediakan program beasiswa kemampuan digital dan program beasiswa di bidang-bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), seperti beasiswa coding, data science dan mekanik alat berat. Bahkan terbaru, sebanyak 30 orang peserta asal Kabupaten Sumbawa mendapatkan beasiswa Program Pelatihan Dasar Mekanik Alat Berat.
“Program-program ini merupakan bagian dari semangat kerja sama antara pihak swasta dan pemerintah. Semoga penyaluran beasiswa vokasi ini dapat menjadi salah satu kunci dalam mencerdaskan generasi muda KSB pada khususnya, dan NTB,” tutup Priyo. (*)