Irjen Kementerian Pertanian Sebut Alih Fungsi Lahan Pertanian Semakin Masif

Suara NTB

Kamis, 10 Agustus 2023 | 22:37 WIB
Irjen Kementerian Pertanian Sebut Alih Fungsi Lahan Pertanian Semakin Masif
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Samuel Maringka. (Sumber foto: Kementan)

NTB.Suara.com - Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Samuel Maringka menyatakan bahwa terjadi kecenderungan peningkatan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian secara masif.

Hal itu dikatakan Jan Samuel Maringka dalam rapat koordinasi pengawasan dan membuka langsung dialog jaga pangan dengan tema "Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian" di Kantor Gubernur NTB, Kamis (10/8/23).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2013, luas lahan baku sawah 8,1 juta hektare dan tahun 2019 menurun menjadi 7,4 juta hektare. 

Permasalahan lain yang terjadi masih banyak pemerintah daerah yang belum menetapkan RTRW/LP2B, dari 516 kota/kabupaten di Indonesia, baru 213 kabupaten/kota yang telah menetapkan perda RTRW/LP2B dengan didukung data spasial. 

Berdasarkan data hasil verifikasi aktual yang dilakukan Kementerian ATR/BPN per September 2022 Luas Sawah dilindungi (LSD) di Provinsi NTB seluas 217.530, 67 hektar yang tersebar di 10 kabupaten/kota dan 4 kab/kota telah menetapkan LP2B, dan secara bertahap akan menyusul kabupaten/kota lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Jan Maringka menegaskan bahwa untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi dengan baik. 

Namun diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk dapat menjaga dan membangun ketahanan pangan daerah guna menjadi lebih mandiri.

Ia pun berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran semua pihak bahwa pentingnya pengendalian alih fungsi lahan pertanian, serta dapat memberikan energi positif bagi kemajuan pertanian dan pangan di Provinsi NTB. 

“Nusa Tenggara Barat sangat startegis dan punya potensi yang baik sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengendalian alih fungsi lahan untuk mewujudkan ketahanan pangan,” lanjut dia

baca juga

Sementara itu, Sekda Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi, yang mewakili Gubernur NTB menyampaikan bahwa mengungkapkan bahwa penyusutan lahan sawah di NTB cukup tinggi, bahkan mencapai 10 ribu hektare tiap tahunnya, sehingga untuk sementara ini diatasi dengan kegiatan intensifikasi lahan, meningkatkan masa tanam dan optimasi lahan.

"Tetapi penetapan LP2B akan dipercepat. Harapan kami, akan tetap menjaga lahan pertanian, paling tidak bisa menahan laju alih fungsi lahan. Jika pun terpaksa, harus ada lahan pengganti," ujarnya.

Pada cara tersebut juga secara simbolis diberikan bantuan program Kementerian Pertanian untuk wilayah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2023 senilai Rp55,9 miliar, yang meliputi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan serta prasarana dan sarana pertanian.

Narasumber pada dialog jaga pangan kali ini adalah Direktur Jenderal Kementerian ATR /BPN, Inspektur Jenderal Kementerian Desa dan PDTT, Kejaksaan Tinggi NTB, Polda NTB, Praktisi dari UGM, Direktorat Jenderal PSP, dan BPKP, dan dihadiri lebih dari 300 peserta. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inggris Bantu NTB Manfaatkan Bendungan Sebagai Sumber Energi Listrik

Inggris Bantu NTB Manfaatkan Bendungan Sebagai Sumber Energi Listrik

Ntb | Minggu, 06 Agustus 2023 | 07:49 WIB

Pemprov NTB dan PT AMNT Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Pemprov NTB dan PT AMNT Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Ntb | Minggu, 06 Agustus 2023 | 14:45 WIB

Angkasa Pura Terapkan Sistem Pembayaran Parkir Pakai E-Money di Bandara Lombok

Angkasa Pura Terapkan Sistem Pembayaran Parkir Pakai E-Money di Bandara Lombok

Ntb | Selasa, 01 Agustus 2023 | 15:52 WIB

Terkini

Lembap Maksimal! 4 Moisturizer Cream Murah yang Ampuh Atasi Kulit Kering

Lembap Maksimal! 4 Moisturizer Cream Murah yang Ampuh Atasi Kulit Kering

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:00 WIB

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:59 WIB

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:58 WIB

4 Cleansing Oil Squalane, Angkat Makeup Kulit Kering dan Rawat Skin Barrier

4 Cleansing Oil Squalane, Angkat Makeup Kulit Kering dan Rawat Skin Barrier

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:57 WIB

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:55 WIB

Sepatu Lari Plat Karbon untuk Pace Berapa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Sepatu Lari Plat Karbon untuk Pace Berapa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:49 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu

Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Heboh! Shakira Kepergok Dicium Pria Misterius Saat Nonton Argentina vs Austria, Siapa Dia?

Heboh! Shakira Kepergok Dicium Pria Misterius Saat Nonton Argentina vs Austria, Siapa Dia?

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:41 WIB