Bulog NTB Bantu Atasi Stunting di Lombok Utara dengan Beras Bervitamin

Suara NTB | Suara.com

Kamis, 07 September 2023 | 17:19 WIB
Bulog NTB Bantu Atasi Stunting di Lombok Utara dengan Beras Bervitamin
Pimpinan Wilayah Bulog NTB David Susanto (kanan), menyerahkan bantuan beras bervitamin kepada Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan.

NTB.Suara.com - Kasus stunting atau anak tumbuh kerdil karena kurangnya asupan gizi di Kabupaten Lombok Utara masih tergolong tinggi. Oleh sebab itu, Perum Bulog NTB ikut membantu pemerintah daerah setempat dengan menyalurkan beras bervitamin.

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, bersama Pimpinan Wilayah Bulog NTB David Susanto, menyerahkan secara simbolis bantuan beras bervitamin untuk penanganan stunting kepada perwakilan warga di Desa Senaru, Lombok Utara, Kamis (7/9/2023).

Bantuan penanganan stunting dalam bentuk pemberian beras bervitamin tersebut diwujudkan oleh Bulog NTB sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial lingkungan kepada masyarakat Provinsi NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

"Kegiatan 'Bulog Peduli Gizi' ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan memberikan penyerahan bantuan beras fortivit sebanyak 7,650 kilogram yang diperuntukan bagi 255 balita di Desa Senaru, untuk konsumsi selama tiga bulan dengan pagu alokasi 10 kg per balita per bulannya," kata Pimpinan Wilayah Bulog NTB, David Susanto.

Beras fortivit sangat cocok dikonsumsi oleh anak-anak dalam usia pertumbuhan dalam rangka penerapan pola hidup sehat karena kaya akan kandungan mikronutrien, seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn).       

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pangan, Perum Bulog memiliki kepedulian terhadap peningkatan gizi masyarakat yang sejalan dengan program Pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030 melalui strategi nasional percepatan penurunan stunting.

Selain memberikan bantuan beras fortivit terdapat pula beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan antara lain kegiatan pemantauan pertumbuhan serta pemeriksaan balita dengan pendampingan dokter serta pemberian edukasi/pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Dalam penyaluran bantuan beras bervitamin tersebut, Bulog NTB juga menghadirkan dokter spesialis anak serta dokter pendamping dari Universitas Trisakti. Mereka memberikan edukasi kepada kader posyandu dan masyarakat dari beberapa penjuru desa di Kabupaten Lombok Utara terkait kepedulian pemenuhan gizi keluarga.

Selain di NTB, Perum Bulog juga sudah melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan beras fortivit di beberapa provinsi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Barat.

Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Provinsi NTB dengan indeks prevalensi sebesar 22,6 persen. Oleh sebab itu, BUMN di bidang pangan itu terus memperluas cakupan "Bulog Peduli Gizi" ke berbagai provinsi di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi kerawanan gizi yang tinggi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan mengakui bahwa persoalan stunting tidak boleh dianggap remeh karena berdampak pada keberhasilan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia. 

"Ini menjadi tantangan masa depan anak cucu sebagai generasi penerus pembangunan dalam mewujudkan Kabupaten Lombok Utara yang inovatif, sejahtera dan religius," katanya.

Dia menyebutkan jumlah anak yang mengalami penyakit stunting di Kabupaten Lombok Utara sebesar 19,3 persen atau sebanyak 3.823 anak.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lombok Utara menambahkan Kecamatan Bayan merupakan kecamatan dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Lombok Utara. Angkanya mencapai 27 persen dengan kasus tertinggi ada di Desa Senaru, sebesar 30,8 persen. 

Hal itu menjadi dasar penentuan Desa Senaru sebagai lokus penanganan pemberian beras fortifikasi oleh Bulog NTB yang merupakan salah satu upaya perbaikan gizi khususnya sasaran balita stunting. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Turunkan Angka Stunting, Program Isi Piringku di Banyuwangi Terus Digenjot

Turunkan Angka Stunting, Program Isi Piringku di Banyuwangi Terus Digenjot

Health | Selasa, 05 September 2023 | 09:30 WIB

Mas Dhito Ingatkan Jajaran Pemkab Kediri Junjung Semangat Gotong Royong

Mas Dhito Ingatkan Jajaran Pemkab Kediri Junjung Semangat Gotong Royong

Jakarta | Jum'at, 01 September 2023 | 17:43 WIB

Bukan Cuma Masalah Gizi, Penanganan Stunting Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Lingkungan Tempat Tinggal Anak

Bukan Cuma Masalah Gizi, Penanganan Stunting Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Lingkungan Tempat Tinggal Anak

Health | Kamis, 31 Agustus 2023 | 22:30 WIB

Terkini

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing

Jabar | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:39 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara

Sumsel | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:28 WIB

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Banten | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:24 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya

WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya

Entertainment | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:00 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB