Bukan Cuma Masalah Gizi, Penanganan Stunting Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Lingkungan Tempat Tinggal Anak

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 31 Agustus 2023 | 22:30 WIB
Bukan Cuma Masalah Gizi, Penanganan Stunting Juga Perlu Perhatikan Kebersihan Lingkungan Tempat Tinggal Anak
Ilustrasi Anak Sehat bebas stunting. (Shutterstock)

Suara.com - Stunting merupakan kondisi anak yang lahir pendek dan kecil, membuatnya berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang hingga penyakit tidak menular saat dewasa. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi seimbang yang dimakan oleh ibu selama kehamilan.

Meski begitu, gizi bukan satu-satunya penyebab stunting. Aspek lain seperti kebersihan lingkungan tempat tinggal juga memengaruhi risiko terjadinya stunting pada anak. Lalu, bagaimana penanganan yang tepat?

Bintang Puspayoga, S.E, M.Si, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan masalah kesehatan anak di Indonesia mencakup berbagai aspek yang hanya bisa diatasi secara kolektif. Oleh karena itu, komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak Indonesia perlu diwujudkan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik.

"Anak-anak termasuk kelompok rentan terhadap beberapa gangguan kesehatan seperti stunting dan penyakit yang mengancam jiwa seperti demam berdarah dengue. Terlebih lagi, polusi udara di wilayah Jabodetabek saat ini sangat tinggi dimana anak-anak adalah kelompok yang paling rentan untuk terdampak. Saya harap hal ini juga dapat dijadikan bahan diskusi pada hari ini,” ungkapnya dalam diskusi publik Mewujudkan Lingkungan yang Sehat dan Aman untuk Anak, belum lama ini.

Sementara itu, Ir. Aryana Satrya, M.M., Ph.D., selaku Ketua PKJS UI menegaskan komitmen PKJS-UI dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. PJKS-UI sangat bangga dapat berkolaborasi dengan KemenPPPA, Kemenkes dan Takeda dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia.

"Melalui penelitian, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat, kami berupaya mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak dan meningkatkan kesehatan dan perlindungan penyakit bagi anak secara keseluruhan di Indonesia," ungkap Aryana.

Terkait dengan pencegahan demam berdarah dengue, Takeda sebagai perusahaan biofarmasi terkemuka yang berbasis penilitian dan pengembangan (R&D) menghadirkan pencegahan inovatif melawan demam berdarah dengue melalui vaksinasi. Takeda bertujuan untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue demi melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman kesehatan yang serius ini serta membantu pemerintah dalam meraih target Nol Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue Tahun 2030.

Diskusi publik Mewujudkan Lingkungan yang Sehat dan Aman untuk Anak. (dok. Takeda)
Diskusi publik Mewujudkan Lingkungan yang Sehat dan Aman untuk Anak. (dok. Takeda)

Andreas Gutknecht, General Manager Takeda mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu mengatasi penyakit serius pada anak seperti leukimia atau penyakit langka seperti hemofilia.

"Tentunya hal yang lebih baik dari mengobati penyakit adalah mencegahnya, dan kami amat bangga bahwa vaksin demam berdarah dengue kami dapat membantu para orang tua untuk melengkapi perlindungan keluarga mereka dari penyakit yang mengancam jiwa, yaitu demam berdarah dengue," paparnya lagi.

Diskusi publik kolaboratif bertema “Mewujudkan Lingkungan yang Sehat dan Aman untuk Anak” ini akan dimulai dengan memetakan kesehatan anak. Mulai dari stunting akibat gizi buruk sampai dengan angka kematian anak di bawah usia lima tahun di Indonesia serta prevalensi penyakit infeksi seperti diare, ISPA dan demam berdarah. 

Sebagai salah satu peserta dari sektor swasta dalam diskusi publik ini, Managing Director PT Good Doctor Technology, Danu Wicaksana, mengatakan Good Doctor mengapresiasi upaya Kementerian PPPA, Kementerian Kesehatan, PKJS UI, dan Takeda dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi mereka termasuk dari ancaman dengue yang membahayakan jiwa.

"Langkah ini sungguh tepat mengingat bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan yang perlu dilindungi sekaligus di tangan merekalah masa depan bangsa ini. Sebagai penyedia layanan kesehatan berbasis teknologi, Good Doctor siap mendukung hasil dari diskusi publik ini karena Good Doctor menyadari bahwa dalam upaya melindungi dan memenuhi hak anak merupakan tanggung jawab kita semua sebagai satu bangsa," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asian Agri Gandeng Puskesmas Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Bilah Hilir

Asian Agri Gandeng Puskesmas Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Bilah Hilir

Sumut | Rabu, 30 Agustus 2023 | 14:55 WIB

Jadi Andalan Cegah Stunting di Depok, Apa Itu Program Ceting?

Jadi Andalan Cegah Stunting di Depok, Apa Itu Program Ceting?

Lifestyle | Rabu, 30 Agustus 2023 | 09:19 WIB

Irish Bella Kecewa Ammar Zoni Terancam Penjara 12 Tahun dan Tinggalkan Anak, Apa Saja Efeknya untuk Tumbuh Kembang?

Irish Bella Kecewa Ammar Zoni Terancam Penjara 12 Tahun dan Tinggalkan Anak, Apa Saja Efeknya untuk Tumbuh Kembang?

Lifestyle | Selasa, 29 Agustus 2023 | 14:45 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB