NTB.Suara.com - PSSI akhirnya menjawab permintaan manajemen Persebaya untuk mendapatkan dispensasi bagi Uston Nawawi menjadi pelatih kepala Persebaya meski belum memenuhi lisensi AFC Pro. Dalam surat resmi yang diteken Sekjen PSSI Yunus Nusi, isinya menolak permintaan manajemen Bajul Ijo. Bonek pun mangkel dengan kondisi ini.
Surat resmi dari PSSI itu ternyata sudah dikirim pada 30 Agustus 2023 lalu. Akan tetapi, anehnya pihak manajemen Persebaya baru menerima surat tersebut pada Rabu, 6 September 2023. Atau seminggu kemudian.
"Kami sampaikan bahwa permohonan pengesahan saudara Uston Nawawi sebagai pelatih kepala klub Persebaya belum dapat disetujui," kata Yunus Nusi dalam suratnya dilansir dari Suara.com, Kamis (7/9/2023).
Berdasar jawaban tegas PSSI ini, maka harapan agar Uston Nawawi langsung dipatenkan sebagai pelatih kepala Persebaya pun kandas.
Uston Nawawi sebelumnya dijadikan pelatik carataker Persebaya setelah Aji Santoso didepak.
Aji Santoso dilengserkan pihak manajemen karena hasil buruk Persebaya dalam enam laga yang hanya meraih 5 poin.
Padahal, pihak manajemen sudah memberi target terhadap Aji Santoso berupa 7 poin dalam tiga laga awal.
Menariknya, di bawah asuhan Uston Nawawi, Persebaya justru moncer. Dalam lima laga berhasil menambah 13 poin, dari 4 kali menang dan 1 kali seri.
Sehingga, Persebaya yang pada saat diasuh Aji Santoso berada di zona degradasi langsung merangsek ke papan atas, yakni di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan torehan 18 poin. Selisih 5 poin dari Madura United yang memuncaki klasemen sementara.
Baca Juga: Sowan ke Kyai NU DKI, Politisi Golkar Singgung Polusi Udara Jakarta
Pada pekan ke-12, Persebaya akan melakoni laga penting melawan Madura Unitedpada 17 September nanti. Dalam Derby Suramadu, ini hasilnya akan sangat memengaruhi pertarungan menuju juara Liga 1 musim 2023/2024.
Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menjadi pelatih kepala tim berjuluk Bajul Ijo ini. Beberapa nama sempat disebutkan seperti Divaldo Alves, hingga Paul Munster.
Apabila manajemen Persebaya tetap mempertahankan Uston Nawawi sebagai pelatih carataker, maka denda pun siap menanti sebesar Rp100 juta.
Tak pelak, Bonek menyoroti penolakan PSSI terhadap permintaan dispensasi untuk Uston Nawawi dengan dalih sudah menjalani proses lisensi sampai modul 5, dari 7 modul yang wajib dijalani bagi calon pelatih berlisensi AFC Pro. Saat ini, Uston baru berlisensi AFC A.
Mereka pun menumpahkan kekesalannya terhadap manajemen Persebaya Surabaya dalam akun Instagram @bonek.pedia. Mereka menyemprot manajer Persebaya, Yahya Alkatiri.
"Jelas-jelas aturane gak oleh sek ngengkel aee yah Yahya (sudah jelas aturannya tidak boleh, masih ngeyel Yahya)," kata @staygreen1927