NTB.Suara.com - Fernando Valente terpaksa mencoret striker asal Brasil, Gustavo Almeida. Gara-garanya, sang pemain seharga Rp3,04 miliar itu bermain kasar.
Gustavo Almeida mendapat kartu kuning keempat saat Arema FC menjamu Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu sore (16/9/2023).
Sebelumnya, dia sudah menerima kartu kuning pada pertandingan lawan Persik Kediri pada 15 Juli 2023, kemudian lawan RANS Nusantara pada 14 Agustus 2023, dan kartu kuning saat Arema bermain seri lawan Persija Jakarta pada 20 Agustus 2023.
Sempat ada kekhawatiran Gustavo Almeida mendapat kartu kuning lagi saat meladini Persita Tangerang. Ternyata, kekhawatiran itu terbukti karena menyikut bek Persita, Christian Rontini.
Dengan 4 kartu kuning yang dimiliki, maka sesuai regulasi Liga 1, Gustavo Almeida terpaksa harus dicoret dari skuad Singo Edan saat melawan Bajul Ijo.
Rencananya, laga Derby Jatim Persebaya vs Arema akan berlangsung 23 September 2023 mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Kabar baiknya, meski harus mencoret Gustavo Almeida, pelatih Arema FC Fernando Valente mendapat suntikan tenaga baru.
Dedik Setiawan yang dalam laga lawan Persita tidak bisa dimainkan karena menjalani akumulasi 4 kartu kuning siap tempur.
Selain itu, wonderkid Arema FC, Arkhan Fikri juga tampaknya sudah bisa dimainkan secara penuh. Saat lawan Persita, Gelandang serang berusia 18 tahun itu hanya main di babak kedua.
Dia masih dalam masa pemulihan setelah kelelahan mengikuti kualifikasi Piala Asia U23 melawan Taiwan U23 dan Turkmenistan U23.
Timnas U23 lolos ke putaran final Piala Asia U23 di Qatar 2024 mendatang setelah menjadi juara Grup K dari dua kali menang.
Pelatih Arema FC,Fernando Valente mengaku cukup puas meski gagal membersembahkan kemenangan dalam pertandingan ketiganya bersama Arema FC.
"Saya harus ucapkan selamat kepada pemain saya, tentu saja ada beberapa pemain yang agak bingung dengan ide yang saya jalankan," tandasnya.
Fernando Valente menyatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan Arema FC. Katanya, itu butuh kesabaran dalam melalui setiap pertandingan.
"Ketika pertandingan tidak kalah tiga pertandingan tanpa ada kemasukan, masih banyak pekerjaan harus dikerjakan. Kita harus ada kesabaran, kita terus harus percaya kepada para pemain, karena tetap percaya dengan proses yang kita jalani," paparnya. (*)