NTB.suara.com - Jauh sebelum rencana penggunaan taksi terbang di Ibu Kota Negara (IKN) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dijadwalkan pada tahun 2024. Di mana rencananya taksi terbang itu akan dijalankan oleh pabrikan dari Korea Hyundai.
Ternyata, taksi terbang Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. Ltd adalah perusahaan yang berbasis di Guangzhou, Tiongkok, ternyata sudah mengudara di Bali. Tepatnya pada November 2021. Di mana demo Flight EHang 216, berlangsung di Villa Black Stone Beach, Klungkung, Bali.
Taksi terbang EHang 216, sebuah kendaraan udara otonom dengan kapasitas dua penumpang, telah berhasil melakukan demo flight di kawasan udara Kabupaten Klungkung, Bali. Dengan mengandalkan jaringan internet 4G dan 5G serta dikendalikan oleh pilot di darat, taksi ini berpotensi menjadi pionir inovasi dan implementasi kota pintar berbasis digital di Indonesia.
Dikutip dari akun TikTok @Infotekno, Jumat 22 September 2023. Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Image Motocars kala itu kepada awak media mengatakan, EHang 216 diharapkan dapat menjadi pionir inovasi, serta implementasi kota pintar berbasis digital dan juga menjadi solusi mobilitas yang efisien dengan harga yang terjangkau.
Keunggulan taksi terbang ini adalah kemampuannya untuk mencapai daerah terpencil, memberikan solusi akses jalur darat yang dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung kesehatan masyarakat karena bebas dari polusi.
Dalam satu kali pengisian baterai, EHang 216 dapat terbang hingga 30 kilometer dengan mampu mengangkat beban maksimal 220 kilogram dan mencapai kecepatan maksimal 130 kilometer per jam dengan menggunakan tenaga listrik.
Meskipun memiliki potensi besar, saat ini EHang 216 masih menunggu izin regulasi untuk melakukan penerbangan komersial di Indonesia. Dengan lebar 5,6 meter dan tinggi 1,7 meter, kendaraan ini masuk dalam kategori Autonomous Aerial Vehicle (AAV) dengan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL).
Keamanan menjadi prioritas utama dalam desain EHang 216. Dengan 16 baling-balingnya, tingkat keselamatan jauh lebih tinggi daripada helikopter konvensional. Rudy Salim menjelaskan, "Tingkat keselamatannya jauh lebih aman daripada helikopter konvensional, karena mempunyai 16 baling-baling. Jika ada keadaan darurat yang pertama dilakukan adalah alert system. Jadi tidak akan terbang."
Bahkan dalam situasi darurat, kendaraan ini dapat terbang bahkan jika beberapa propeller tidak berfungsi, dan memiliki kemampuan untuk kembali ke titik asal serta mendarat dengan segera. Penerbangan sewa dengan penumpang masih menunggu izin dari pihak berwenang sebelum dapat dijalankan. (*)
Baca Juga: Buruan September 2023, Harga Toyota Fortuner Melorot Seharga LCGC