NTB.Suara.com - Bambang Pamungkas seakan menyentil pemain muda yang bermain di tim besar tapi menjadi cadangan mati. Menurutnya, pemain muda pun harus punya posisi tawar agar bisa dimainkan. Tak terkecuali Pratama Arhan, yang saat ini abroad di Liga 2 Jepang yang jarang dimainkan Tokyo Verdy.
Bambang Pamungkas termasuk salah satu legenda Timnas Indonesia. Dia sudah membela Timnas Indonesia sejak usia belasan tahun. Saat masih muda, dia tergolong memiliki posisi tawar yang tinggi kepada klub.
Ketika berusia 19 tahun Bambang Pamungkas dihubungi Sutiyoso alias Bang Yos, Gubernur DKI Jakarta yang menjadi pembina Persija. Kebetulan, Bang Yos adalah manajer Timnas U19.
Namun, sebelum kontrak disepakati, Bambang minta syarat. Syaratnya dia harus dimainkan 50 persen dari laga yang akan dilakoni Persija pada musim 1999-2000.
"Di situlah gua bilang, ya ini agak songong tapi bagi gua penting bahwa 'gua mau main di Persija tapi garansi gua harus main 50 persen dari semua pertandingan di tahun pertama gua," kata Bambang Pamungkas kepada Mamat Alkatiri dan Riphan Pradipta dalam podcast di kanal Youtube Sport77, dikutip pada Jumat (29/9/2023).
Mungkin, kesannya sombong. Apalagi, Bambang masih berusia 19 tahun. Tapi, menurut dia, syarat itu realistis untuk seorang pemain muda.
"Itu realistis dong. Karena sebagai pemain muda, yang perlu, yang paling lu butuhin itu jam terbang," ujar Bepe, panggilannya.
Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 ini mengatakan, pemain muda sekalipun jangan hanya sekadar masuk ke tim besar tapi jarang dimainkan alias menjadi penghuni bangku cadangan.
"Jangan cuman tampil atau pengen tampil di tim besar tapi lu gak pernah main, lu gak improve (meningkat kemampuannya, red)," ujar dia.
Baca Juga: Akhirnya, Agen Pratama Arhan Buka Suara soal Kabar Eks Wonderkid PSIS Semarang ke Suwon FC
Pernyataan Bambang ini bersikap umum. Tak terkecuali sejumlah pemain Indonesia yang hanya jadi penghangat bangku cadangan macam Pratama Arhan di Tokyo Verdy.
Sekalipun dia hanya minta garansi minimal 50 persen laga pada musim pertamanya, nyatanya Bambang selalu dimainkan pelatih Ivan Kolev. Dia berduet dengan Widodo C. Putro, salah satu striker Timnas.
"Faktanya gua main 100 persen dan gua top skor liga. Gua bukan bermaksud sombong," kata Bambang.
"Tapi pembuktian lah ya. Sombong karena karya. Ahmad Dhani mode," ujar Mamat dengan kocak.
Pada musim pertamanya dengan Persija, Bamang Pamungkas memang meraih topskor dengan 24 gol. Tapi gagal membawa Persija menjadi juara Liga.
Persija gagal menjadi juara lantaran kalah 0-1 dari PSM Makassar di semifinal. PSM pada waktu itu juga diperkuat beberapa pemain Timnas, seperti Bima Sakti hingga Kurniawan Dwi Yulianto.