Sehingga, Persis Solo hanya menyisakan satu striker murni, yakni David Gonzalez alias Roni.
Namun, pernyataan sikap resmi Persis menyatakan bahwa dilepasnya Sananta bukan karena takut terhindar dari hukuman PSSI seperti narasi dari sejumlah pihak. Sebaliknya karena Timnas membutuhkan Sananta.
"Bagi Persis, melepas Sananta ke timnas bukan berarti melepas target tiga angka pada laga selanjutnya kontra Persija," kata Persis dalam sikapnya dikutip dari laman klub.
Persis mengharapkan, keputusan melepas Sananta ini tetap memberi lecutan motivasi bagi klub, suporter, dan masyarakat Solo untuk bisa memenangkan laga kandang terakhir pada September ini.
Akankan kondisi Persis Solo ini menjadi keungungan tersendiri bagi Persija Jakarta? (*)