Harley-Davidson Pangkas 140 Pekerjaan Akibat Badai COVID-19

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Harley-Davidson Pangkas 140 Pekerjaan Akibat Badai COVID-19
Harley-Davidson Pan America Styling Prototype dipamerkan dalam Progressive International Motorcycle Show.Long Beach, Amerika Serikat 2019. Sebagai ilustrasi karya produsen The American Irons [Shutterstock].

Kondisi Harley-Davidson sudah kurang baik sebelum pandemi COVID-19. Kini mereka melakukan pemangkasan beberapa sektor.

Suara.com - Harley-Davidson Incorporation memangkas sekitar 140 pekerjaan di Amerika Serikat sebagai dampak dari penurunan volume produksi setelah terjadinya badai pandemi COVID-19.

Pemangkasan pekerjaan mencakup sekitar 90 posisi di fasilitas produksi Harley-Davidson di York, Pennsylvania, dan sekitar 50 di fasilitas Tomahawk, Wisconsin.

Harley-Davidson FXDR 114 diberi label Rp 685 juta [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Harley-Davidson FXDR 114 diberi label Rp 685 juta. Sebagai ilustrasi produk Harley-Davidson [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

"Untuk menjalankan bisnis secara normal, Harley-Davidson menyesuaikan rencana produksi dan mengukur jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan," demikian jelas juru bicara perusahaan itu, dikutip dari USA Today.

Harley-Davidson terpaksa menutup pabriknya sementara pada Maret 2020 sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran Virus Corona yang membuat pekerja mesti tetap berada di rumah. Pabrik-pabrik tutup hingga akhir Mei dan dibuka kembali, serta memulai produksi kapasitas yang lebih rendah.

Untuk mengatasi penurunan penjualan, pabrikan pembuat moge ini mulai menyasar pengguna muda dan memperluas bisnis di pasar Asia dengan sepeda motor berkapasitas mesin yang lebih kecil.

Sebelum diterpa pandemi, keadaan Harley-Davidson memang sedikit kurang baik pasca CEO Harley-Davidson, Matt Levatich mengundurkan diri pada Februari 2020.

Kemudian Dewan Harley-Davidson menunjuk direktur lamanya, Jochen Zeitz, sebagai presiden dan CEO baru pada Mei 2020. Ia mengatakan prioritasnya adalah "menstabilkan bisnis".

"Selama beberapa bulan ke depan, kami akan memperbaiki bisnis dan menetapkan rencana strategis lima tahun baru akhir tahun ini," demikian tuturnya saat itu.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS