alexametrics

McLaren Ogah Hadirkan Produk SUV Karena Alasan Kredibilitas

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
McLaren Ogah Hadirkan Produk SUV Karena Alasan Kredibilitas
McLaren Senna di Autodromo Carlos Jose Pace, Interlagos, Brasil. Sebagi ilustrasi produk McLaren [Instagram: @sergiosettecamara].

Mendapatkan kredibilitas bukan hal mudah. Itu sebabnya McLaren putuskan untuk membuat mobil kategori ini.

Suara.com - CEO McLaren, Mike Flewitt menegaskan tidak akan mengembangkan mobil kategori Sport Utility Vehicle (SUV) sebagai salah satu jajaran produk dari McLaren.

Ia menyatakan sudah banyak mendapatkan pertanyaan mengenai segmen SUV dan mobil listrik. Namun Mike Flewitt menekankan tidak untuk model SUV.

"Brand kami ini seutuhnya berpijak kepada motorspot, supercar, dan driving styl," ungkap Mike Flewitt seperti dikutip dari Motor1.

Ia menambahkan, cukup aneh apabila McLaren masuk ke area lain dan mencoba membuat suatu kredibilitas. Mengingat sejarah panjang pabrikan yang tidak pernah memiliki portofolio dalam membuat mobil SUV.

McLaren Sabre. (motor1.com)
McLaren Sabre. Contoh salah satu produk McLaren (motor1.com)

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Auto News, Mike Flewitt ditanyai strategi perusahaan ke depan setelah ada larangan mobil berbahan bakar minyak imulai pada 2030.

"Ini menantang. Rencana bisnis kami sekarang semakin beralih ke hibrida. Semua peluncuran signifikan yang akan datang adalah mobil hybrid," jelasnya.

Baca Juga: Strategi "Ambition 2039", Mercedes-EQ Ngebut Produksi Mobil Listrik

Ia menegaskan pula, pada 2026 produk dari perusahaan yang dibangun oleh Bruce McLaren, pembalap Forula One (F1) asal kelahiran Selandia Baru itu akan sepenuhnya menggunakan teknologi hybrid.

"Saya pikir pada 2026, kami akan sepenuhnya hibridisasi. Sedangkan kami mungkin akan membuat supercar listrik pertama kami di akhir 2028 atau 2029," pungkas pimpinan dari perusahaan yang bermarkas di Woking, Surrey, sekitar satu jam berkendara dari London, ibu kota Britania Raya.

Komentar