alexametrics

5 Langkah Persiapkan Mobil Mengungsi dan Hadapi Kondisi Darurat Banjir

RR Ukirsari Manggalani
5 Langkah Persiapkan Mobil Mengungsi dan Hadapi Kondisi Darurat Banjir
Rem tangan mesti dinonaktifkan saat mobil diungsikan dari situasi darurat banjir. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Saat mengungsikan mobil ke lokasi lebih aman, simak tips ini untuk meminimalkan "cedera" pada kendaraan.

Suara.com - Tengah bersiap mengungsikan mobil ke tempat lebih tinggi atau sedang menangani kendaraan roda empat yang terdampak banjir? Hal pertama perlu diperhatikan adalah sistem kelistrikan mobil.

Dikutip dari Suzuki Indonesia, mobil lansiran baru dilengkapi sistem operasional otomatis serta semakin banyak mengandalkan jaringan listrik. Agar lebih aman, bagian ini mesti diperhatikan terlebih dahulu. Sehingga bisa meminimalkan potensi terjadinya hubungan arus pendek.

Ilustrasi sebuah mobil melewati jalanan yang dibanjiri air (Shutterstock).
Ilustrasi mobil banjir (Shutterstock).

Berikut adalah tips yang dibagikan Suzuki Indonesia dalam mempersiapkan mobil menghadapi kondisi darurat banjir:

1. Lepas bagian kabel aki untuk menghindari terjadinya korsleting.

Baca Juga: Tips Mencegah Stres Saat Mengemudi Mobil di Musim Hujan

  • Kabel aki memiliki hubungan erat dengan komponen listrik atau elektronik dalam mobil. Jika kabel aki dibiarkan begitu saja dan tidak dicabut, bisa berpotensi memicu terjadinya arus pendek saat ada air yang masuk ke dalam mobil.

2. Nonaktifkan rem tangan

  • Lakukan agar kampas rem menjadi lengket. Mirip dengan kondisi saat mobil sudah lama tidak digunakan, maka rem tangan harus dinetralkan untuk menstabilkan kondisi mesin saat akan kembali digunakan.
  • Untuk mobil bertransmisi manual, agar posisinya tidak bergerak terbawa arus banjir, gunakan batu sebagai pengganjal atau ganti gigi mesin ke gigi satu.
  • Untuk mobil matik, pindahkan persneling menjadi mode parking atau parkir.

3. Tidak menyalakan mesin atau starter pada mobil yang baru terendam banjir.

  • Selain berlaku atas kendaraan terkena atau terendam banjir, juga pada mobil yang tidak diketahui pernah terkena banjir atau tidak saat diungsikan atau dibawa ke lokasi lebih tinggi.
  • Mesin yang dinyalakan saat kompartemennya basah atau terendam air bisa menimbulkan arus pendek, juga membuat air masuk lebih banyak lagi.

4. Jika ingin memindahkan mobil ke tempat lebih aman caranya demikian:

  • Bagi kendaraan bertransmisi manual cukup didorong dan tidak perlu menyalakan mesin.
  • Bagi kendaraan bertransmisi matik atau transmisi otomatis sebaiknya tidak didorong, tangani dengan mobil gendong.

5. Lakukan pengeringan bagian pengapian mobil.

  • Mobil memiliki komponen pengapian, antara lain busi, saringan udara, alternator, karburator, koil, dan delco kabel. Piranti ini cukup mudah rusak jika terkena banjir, sehingga perlu dikeringkan supaya tidak memperparah kerusakan mobil.
  • Cek apakah fungsinya masih normal atau terdapat gangguan akibat mobil terendam banjir. Saat melakukan pemeriksaan, lakukan dengan teliti agar mobil bisa berfungsi secara maksimal dan tidak mogok.

Baca Juga: Waspada Aquaplaning Saat Berkendara di Musim Hujan, Ini Kumpulan Tips Aman Bermobil

Komentar