Long March 5 Km, Macet Total, dan Bantuan Polantas Jadi Pemungkas MotoGP Mandalika 2022

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 22 Maret 2022 | 23:02 WIB
Long March 5 Km, Macet Total, dan Bantuan Polantas Jadi Pemungkas MotoGP Mandalika 2022
Pos Polantas untuk penyekatan atau sterilisasi kawasan nonton balap MotoGP Mandalika 2022 [Suara.com/CNR ukirsari].

Suara.com - Apa yang terjadi di trek dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022 sangatlah berbeda dengan situasi di luar lintasan. Yaitu terjadinya kemacetan luar biasa sebagai efek domino dari genangan air penyebab lautan lumpur yang disimak Suara.com sejak hari berlangsungnya Free Practice 3 dan 4, serta Qualy 1 dan 2.

Saat kedatangan tim jurnalis PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dari Jakarta dan Surabaya ke venue Sirkuit Mandalika pada Sabtu (19/3/2022), sisa hujan semalam hingga pagi meninggalkan lumpur di area shuttle bus pengangkut penonton dari dan ke lokasi balapan.

Situasi trek dari camera mounted bagian depan tim Suzuki Ecstar [Instagram: @suzukimotogp].
Situasi trek dari camera mounted bagian depan tim Suzuki Ecstar [Instagram: @suzukimotogp].

Sorenya, beberapa unit shuttle bus terjebak, kepater, atau menancap di lautan lumpur dan para penumpang mulai sulit untuk diajak tertib mematuhi lajur antrean sesuai warna yang tertera di gelang Weekend Pass milik masing-masing. Aksi dorong-mendorong terjadi.

Pagi berikutnya, saat Race Day MotoGP Mandalika 2022 (20/3/2022) berlangsung, pihak penyelenggara telah memperkuat area perhentian shuttle bus menggunakan kerikil dan pasir sehingga untuk sementara situasi lumpur berpotensi menjebak ban kendaraan bisa diatasi.

Sementara lintasan untuk berjalan kaki menuju check point dan pemeriksaan X-ray diperkuat anyaman bambu serta kerikil sehingga alas kaki tidak terjebak air pun lumpur sisa hujan.

Lokasi salah satu parkir kendaraan  di kawasan Parkir Timur Sirkuit Mandalika, diabadikan sebelum macet total [Suara.com/CNR ukirsari].
Lokasi salah satu parkir kendaraan di kawasan Parkir Timur Sirkuit Mandalika, diabadikan sehari sebelum macet total [Suara.com/CNR ukirsari].

Situasi hujan gerimis yang berubah lebat usai Moto2 rampung membawa dampak bagi lokasi putaran shuttle bus, serta berlanjut ke tempat parkir kendaraan umum dan pribadi dalam area sama.

Shuttle bus tidak bisa menuju Halte Batu Kotak dan terjadi penumpukan, antara lain di kawasan Parkir Timur Mandalika.

Sementara di sisi lain, kendaraan pribadi dan sewa termasuk  bus yang berinisiatif keluar dari lokasi untuk menjemput langsung jadi terhalang untuk meninggalkan lokasi parkir.

Situasi ini membuat tim jurnalis Suzuki memutuskan berjalan kaki menuju bundaran "Welcome to Mandalika" untuk memudahkan bus penjemput tim--bila sudah berhasil mengarungi kemacetan--mencapai meeting point.

baca juga
Patung di seberang bundaran Welcome to Mandalika, awas jangan salah tebak: satu ini bukan patung Speed Jokowi [Suara.com/CNR ukirsari].
Patung di seberang bundaran Welcome to Mandalika, awas jangan salah tebak: satu ini bukan patung Speed Jokowi [Suara.com/CNR ukirsari].

Rupanya tim kami tidak sendirian, karena di berbagai titik terdapat rombongan-rombongan mengalami situasi serupa.

Terlihat beberapa penonton nekat menerjang kubangan lumpur, mempercepat langkah menuju lokasi shuttle bus yang sayangnya menunjukkan kondisi tidak bergerak lagi.

Sampai di jalan besar dua arah, kemacetan tampak semakin nyata. Tampak satu rombongan tengah menawar truk dengan bak terbuka agar diantar ke salah satu meeting point namun ditolak pengemudi. Alasannya truk tidak boleh digunakan mengangkut manusia di baknya.

Tim jurnalis Suzuki rehat di kawasan bundaran "Welcome to Mandalika" [Suara.com/CNR ukirsari].
Tim jurnalis Suzuki rehat di kawasan bundaran "Welcome to Mandalika" [Suara.com/CNR ukirsari].

Sementara itu Polisi Lalu Lintas berinisiatif untuk melakukan penyetopan terhadap bus maupun mobil angkutan umum Elf. Pengemudi ditanyai tujuan kendaraan dan berapa sisa tempat duduk tersedia. Kemudian hasilnya disampaikan kepada mereka yang mengantre.

Jurusannya antara lain Bandara Mandalika, Kota Lama Ampenan, ibu kota Mataram, bahkan sampai Pelabuhan Lembar.

Sayangnya tidak semua tawaran disambut para penonton dengan alasan rombongan bakal terpisah-pisah dan tidak searah. Juga situasi macet menyebabkan pergerakan justru terasa lebih lama.

Dan solusi yang dirasakan lebih logis adalah berjalan kaki, seperti dilakukan tim jurnalis Suzuki.

Ruas sengaja dipilih paling kanan di mana kendaraan melaju berlawanan arah sehingga lebih aman. Jalan kaki yang bisa diistilahkan long march ini diisi kegiatan menyanyikan salah satu Nasional "Maju Tak Gentar". Bukan kebetulan, sebelum balapan berlangsung inilah lagu yang dinyanyikan penonton bersama-sama, dilanjutkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Setelah 5 km terlampaui, bundaran "Welcome to Mandalika" bisa disimak jelas, juga patung garuda serta pembalap di bukit tak jauh dari lokasi.

Suasana tak ubahnya mirip pasar malam, dengan posko Polisi sebagai sentralnya. Gerimis mulai hadir kembali, dan begitu banyak penonton mengalami nasib serupa.

Muhammad Zuhri, lelaki asal Cakranegara yang memutuskan menunggu bus arah Mataram dari bundaran menyebutkan telah menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan kendaraan ke lokasi tempat tinggalnya.

"Akan tetapi yang ditawarkan Polantas kebetulan selalu arah ke Pelabuhan Lembar," tukasnya sembari menyebutkan ia menonton bersama dua putranya yang tengah mengantre membeli minuman di mini market satu-satunya di seberang, yang ramai diserbu pengunjung.

Sementara Misnan, lelaki asal Kebon Roek menyebutkan bahwa selama perjalanan jalan kaki, ia sempat menyaksikan ada "pembajakan" bus.

"Tadi ada tamu luar pulau begitu, mereka sudah check-out dari penginapan dan rencana selesai nonton langsung menuju bandara naik last flight. Ada kira-kira 12 orang, entah satu keluarga atau bukan, yang pasti mereka menyetop bus kosong dan memaksa agar diantar ke bandara, dengan sejumlah uang jasa," kisahnya.

"Namun entah berhasil atau tidak keluar dari sini, mengingat kendaraan diam tak bergerak, malah rasanya lebih cepat kita yang jalan kaki ke mari, menuju bundaran Mandalika," tutur Misnan.

Ribuan penonton MotoGP Mandalika 2022 tengah melepas lelah setelah berjalan kaki 5 km dari terowongan SIrkuit Mandalika [Suara.com/CNR ukirsari].
Ribuan penonton MotoGP Mandalika 2022 tengah melepas lelah setelah berjalan kaki 5 km dari terowongan SIrkuit Mandalika [Suara.com/CNR ukirsari].

Sebagai catatan, statistik menunjukkan bahwa tribun penonton di hari itu menampung 60.000 orang. Siapa saja yang hadir di lokasi tanpa pengawalan istimewa voorijder sehingga bisa parkir kendaraan di venue, pasti mengandalkan shuttle bus sebagai sarana pengangkutan dari parkir kendaraan.

Baru sekitar pukul 21.00 WITA bus penjemput kami berhasil tiba ke lokasi, atau sekitar tiga jam selesai MotoGP Mandalika 2022 dipentaskan. Perjalanan kami kembali ke penginapan baru saja dimulai, menuju kawasan Pantai Senggigi, sekitar 75 km dari Kuta, Mandalika.

Pengemudi dan rekan yang berhasil mencapai tempat parkir bus terlebih dahulu juga menuturkan pengalaman serupa. Yaitu harus berjalan kaki, dan saat bus melaju, di jalan berkali-kali ditanyai Polantas soal tujuan dan diminta mengisi bus dengan penumpang.

Beautiful chaos atau total disaster bisa disematkan untuk kejadian ini. Akan tetapi, menarik pelajaran agar di kemudian hari situasi serupa tidak terjadi lagi, tampaknya menjadi pilihan yang lebih bijaksana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:48 WIB

Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian

Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:27 WIB

Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara

Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:05 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:19 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi

Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:12 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya

Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya

News | Senin, 22 Juni 2026 | 10:26 WIB

Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako

Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×