Terungkap Biaya Asuransi Mobil Listrik Ternyata Lebih Mahal dari Mobil Bensin

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:15 WIB
Terungkap Biaya Asuransi Mobil Listrik Ternyata Lebih Mahal dari Mobil Bensin
Ilustrasi mobil listrik yang sedang melakukan pengisian daya. (Unsplash/dcbel)

Suara.com - Bagi Anda yang mempertimbangkan untuk beralih ke mobil listrik, ada satu fakta menarik dari Jerman yang perlu diketahui. Sebuah studi mengungkap bahwa rata-rata klaim asuransi untuk mobil listrik (EV) saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) atau konvensional.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jerman (GDV), rata-rata klaim asuransi untuk mobil nirgas saat ini 15 sampai 20 persen lebih tinggi. Angka ini sebenarnya menunjukkan tren perbaikan, karena lebih rendah dari tahun lalu yang perbedaannya sempat mencapai 20-25 persen.

Meskipun biaya klaimnya masih lebih tinggi, tren ini membawa kabar baik. Biaya perbaikan mobil listrik di Jerman kini mulai menunjukkan penurunan, sekalipun belum bisa lebih murah jika dibandingkan dengan mobil bensin atau diesel.

Menurunnya biaya ini bukan tanpa sebab. Semakin banyaknya populasi mobil listrik di jalanan menjadi faktor kunci.

“Ketersediaan model mobil listrik yang beragam membuat basis pengguna EV (Electric Vehicles) semakin banyak. Bahkan bengkel, perusahaan derek, pemadam kebakaran, dan penilai kerusakan kini lebih berpengalaman dalam menangani mobil listrik yang rusak,” ujar Kafer-Rohrbach, Wakil Direktur Utama GDV, dikutip dari Carscoops, Sabtu (16/8/2025).

Pengalaman dan familiaritas para ahli di lapangan inilah yang membuat penanganan mobil listrik menjadi lebih efisien dan efektif dari segi biaya.

Lebih lanjut, Kafer Rohrbach menambahkan bahwa semakin banyak mobil listrik yang beredar maka semakin kecil perbedaan klaimnya dibanding mobil konvensional. Dengan begitu, faktor-faktor itu membantu penekanan biaya perbaikan EV karena mobil listrik sudah menjadi hal yang normal di jalanan.

Studi analisis yang dilakukan GDV pada periode 2021-2024 mendukung pernyataan tersebut. Pada awal tahun 2024, tercatat sekitar 1,65 juta unit mobil listrik terdaftar di Jerman. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu lima kali lipat lebih banyak dibanding tahun 2021. Saat ini, populasi EV menyumbang sekitar 3,3 persen dari total kendaraan yang terdaftar di negara tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba Langsung BYD Atto 1 Jogja - Solo - Semarang, Beneran Efisien ?

Uji Coba Langsung BYD Atto 1 Jogja - Solo - Semarang, Beneran Efisien ?

Otomotif | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:37 WIB

Harga BYD Atto 1 Tempel Mobil LCGC, Pabrikan Tegaskan Produknya Isi Segmen City Car

Harga BYD Atto 1 Tempel Mobil LCGC, Pabrikan Tegaskan Produknya Isi Segmen City Car

Otomotif | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:49 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Baru Pengguna Mobil Listrik, Harga Murah Tak Lagi Jadi Prioritas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Baru Pengguna Mobil Listrik, Harga Murah Tak Lagi Jadi Prioritas

Otomotif | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×