Suara.com - Perdebatan panjang tentang mana jenis motor yang lebih awet masih terus terjadi, karena masing-masing jenis punya loyalisnya sendiri.
Pertanyaan klasik tentang motor matic bekas atau motor bebek bekas, mana yang lebih awet untuk jangka panjang akan kembali dikupas jawabannya di artikel singkat kali ini.
Di bursa motor bekas sendiri, jumlah motor matic dan motor bebek bekas bisa dikatakan seimbang.
Tentu hal ini belum memperhitungkan motor dengan kopling yang ada di segmen berbeda.
Namun secara umum, jumlah dua motor yang sering dibandingkan ini tidak jauh berbeda.
Jadi untuk melihat beberapa variabel yang esensial untuk membandingkan keduanya pada pemakaian jangka panjang, Anda dapat cermati penjelasan singkatnya di bawah ini.

Ketahanan Jangka Panjang Mesin dan Transmisi
Secara umum, motor bebek menggunakan sistem gigi transmisi dan rantai untuk memindahkan daya dorong dari mesin ke roda.
Desainnya sederhana, dan ditujukan untuk penggunaan berat sert jarak jauh. Komponen yang digunakan relatif lebih tahan lama.
Sementara itu pada motor matic, sistem yang digunakan adalah CVT dan sabuk v-belt. Sistem pada motor matic ini melibatkan lebih banyak komponen mekanis yang bekerja bersamaan.
Jika perawatan yang dilakukan tak disiplin, maka komponen ini akan lebih cepat aus dan usianya lebih pendek.
Biaya Perawatan, Mana Lebih Terjangkau?
Biaya perawatan motor bebek terbilang lebih rendah. Hal ini karena sistem mesin yang digunakan pada motor bebek lebih sederhana dan praktis.
Komponen utama seperti rantai roda juga memiliki harga lebih murah, dan usianya lebih panjang.
Pada motor matic, biaya perawatannya akan lebih tinggi karena menggunakan sistem CVT. Belum lagi mempertimbangkan roller dan kampas kopling, serta v-belt yang ada.
Penggantian harus dilakukan rutin, dan servis juga menuntut konsistensi yang baik secara berkala.
Penggunaan Bahan Bakar Harian
Sejak lama, motor bebek dikenal sebagai jenis kendaraan yang hemat bahan bakar. Rasio per liter bahan bakar dengan jarak yang dapat ditempuh relatif tinggi, bahkan pada model motor bebek lawas yang sering ditemukan di bursa motor bekas.
Motor matic sebaliknya, memiliki rasio yang jauh lebih rendah. Pada motor matic bekas, yang notabene kondisi mesinnya cukup bervariasi, rata-rata memiliki kondisi yang tidak terlalu baik.
Sistem kerja yang kurang efisien menjadi alasan mengapa motor jenis matic lebih boros, disamping tentu penggunaannya yang menawarkan akselerasi instan.

Daya Tahan di Medan Berat
Untuk penggunaan di medan berat, motor bebek cenderung lebih bisa diandalkan. Pemindahan daya dorong dari mesin ke roda yang menggunakan bantuan rantai akan lebih efektif, sehingga torsi yang dihasilkan dapat dimaksimalkan pada medan berlumpur atau sulit.
Sedangkan pada motor matic, kecepatannya memang tidak bisa dipungkiri. Namun hal ini hanya berlaku pada jalanan perkotaan yang relatif landai dan tidak parah, halus, dan kondusif.
Pada medan yang ekstrim seperti berbatu atau berlumpur, kekuatan motor matic akan jauh berkurang.
Jadi Bagaimana Kesimpulannya?
Pada dasarnya, pemilihan motor matic atau motor bebek memiliki kelebihannya masing-masing.
Pada motor bebek bekas, prioritas yang diberikan adalah daya tahan mesin, efisiensi bahan bakar, serta biaya perawatan yang murah dan kemampuannya membawa beban berat.
Sedangkan pada motor matic, prioritas yang diberikan adalah kenyamanan, kepraktisan, akomodasi bagasi yang mudah diakses, dan nyaman digunakan pada area perkotaan yang macet.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang perbandingan matic bekas atau bebek bekas, mana yang lebih awet untuk jangka panjang. Semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian