- Suzuki merilis Smash 115 Plus ABS di BIMS 2026 dengan fitur sangat modern.
- Motor bebek ini kini dilengkapi rem ABS 1-channel dan spidometer full LCD digital.
- Dibanderol sekitar 26 jutaan rupiah, akankah motor irit ini masuk ke pasar Indonesia?
Suara.com - Saat tren pasar saat ini tengah didominasi oleh gempuran motor matic, Suzuki justru membuat kejutan dengan membuktikan bahwa era motor bebek belum habis lewat kehadiran Smash terbaru.
Lewat ajang BIMS 2026 di Thailand, pabrikan berlogo 'S' ini resmi merilis Suzuki Smash 115 Plus ABS yang kini naik kelas dengan fitur keamanan premium dan teknologi kekinian.
Motor yang di kalangan bikers Tanah Air kerap dijuluki bercandaan "bisa awet sampai 200 tahun" ini memang sekilas tidak mengalami ubahan desain radikal selama satu dekade terakhir.
Ia tetap mempertahankan lekuk bodi underbone yang ramping, lincah, dan fungsional.
Sebagai penantang Yamaha Finn dan Honda Wave 110, Suzuki memberikan sentuhan visual segar melalui grafis yang lebih berani dan penyematan kaliper rem depan Nissin berwarna hitam yang memancarkan aura kokoh.
Dimensinya pun tetap bersahabat untuk selap-selip di kemacetan kota dengan panjang 1.910 mm, tinggi jok 760 mm, dan bobot yang sangat ringan, yakni hanya 97 kg.
Dua Fitur Fenomenal yang Bikin Fans Indonesia Heboh
Menariknya, meski peluncuran ini terjadi di Thailand dan minim diliput media setempat, gaungnya justru meledak di forum-forum otomotif Indonesia.
Para loyalis Suzuki menyoroti dua pembaruan luar biasa yang membuat motor ini mendadak tampil sangat premium:
1. Pengereman ABS 1-Channel
Menyematkan sistem ABS (Anti-lock Braking System) pada motor bebek 115cc adalah sebuah anomali sekaligus langkah berani.
Suzuki menjadi pionir di kelasnya untuk pasar Asia Tenggara dengan memasang sensor kecepatan di roda depan yang terkoneksi langsung ke modul ABS.
Fitur ini jelas sangat krusial mencegah ban tergelincir saat pengereman panik di jalan licin. Uniknya, di roda belakang juga disematkan cincin sensor pembaca kecepatan.

2. Panel Meter Full LCD Digital
Selamat tinggal jarum analog! Suzuki Smash 115 Plus ABS membuang jauh-jauh kesan jadul dengan mengadopsi layar digital LCD penuh.
User Interface (UI) dirancang modern dan tetap kontras di bawah terik matahari. Pengendara kini bisa memantau indikator kecepatan, posisi gigi, status ABS, hingga volume bahan bakar dengan lebih presisi dan elegan.
Mesin Bandel Berteknologi LEaP
Beralih ke sektor dapur pacu, ketangguhan mesin Suzuki tak perlu diragukan. Motor ini dipersenjatai mesin SOHC 112,8cc (dibulatkan menjadi 115cc) silinder tunggal berpendingin udara, lengkap dengan teknologi LEaP (Light, Efficient, and Powerful).
Kombinasi ini memuntahkan tenaga 9,25 hp pada 7.000 rpm dan torsi puncak 9,10 Nm pada 6.500 rpm.
Dengan karakter mesin yang responsif di putaran bawah dipadukan sistem Fuel Injection presisi, tangki bensin berkapasitas 3,7 liternya dijamin sanggup menemani perjalanan jauh dengan konsumsi bahan bakar yang luar biasa irit.
Harga dan Peluang Masuk Indonesia
Di pasar Thailand, Suzuki Smash 115 Plus ABS resmi mengaspal dengan banderol 59.900 Baht, atau setara dengan Rp 26 jutaan.
Nominal ini mungkin terkesan lumayan untuk ukuran bebek 115cc, tetapi sangat sepadan jika melihat kehadiran fitur rem ABS dan spidometer full digital yang dibawanya.
Langkah Suzuki Thailand ini tentu membuat pecinta Suzuki di Indonesia gigit jari.
Sejak Smash diskontinyu di Tanah Air, segmen bebek premium praktis kosong dan hanya dihuni oleh produk niche berharga selangit seperti Honda Super Cub C125. Kehadiran Smash ABS ini sejatinya bisa menjadi angin segar.
Kini pertanyaannya, jika PT SIS (Suzuki Indomobil Sales) berani membawa pulang Suzuki Smash 115 ABS ini ke Indonesia dengan harga kompetitif di angka Rp 20 jutaan kecil, apakah ia mampu menggoyang kembali dominasi skutik di jalanan? Kita tunggu saja kejutannya!