- Mobil listrik bekas menjadi solusi bagi pencari mobil mewah sekelas HR-V dengan harga terjangkau (Rp200 jutaan).
- Kendaraan listrik bekas menawarkan pajak tahunan sangat ringan, rata-rata di bawah Rp1,5 juta karena insentif pemerintah.
- Terdapat lima rekomendasi mobil listrik bekas (Neta V, Binguo, BYD Atto 1, Ioniq, Kona) dengan keunggulan masing-masing.
Suara.com - Tidak sedikit orang yang ingin naik kelas dari city car ke mobil yang lebih mewah, tapi tetap realistis soal biaya.
Pajak tahunan yang ringan dan harga bekas yang mirip Brio Satya baru (sekitar Rp200 jutaan) jadi pertimbangan utama.
Nah, mobil listrik bekas bisa jadi solusi cerdas: tampil modern, biaya operasional hemat, dan pajak tahunan jauh lebih murah dibanding SUV bensin sekelas HR-V.
Tren mobil listrik di Indonesia makin naik, dan pasar bekasnya mulai menarik. Unit-unit yang dulunya dijual Rp400–600 jutaan kini bisa didapat di kisaran Rp200 jutaan.
Pajak tahunan pun rata-rata hanya Rp800 ribu–Rp1,5 juta, bahkan ada yang di bawah Rp500 ribu berkat insentif pemerintah.
Berikut adalah 5 rekomendasi mobil listrik bekas yang semewah HR-V tapi harganya mirip Brio Satya baru, lengkap dengan plus minusnya.
1. Neta V (2024–2025)

Harga bekas sekitar Rp205 juta. Baterai 36,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 401 km. Pajak tahunan Rp800 ribu–Rp1,2 juta. Plusnya: desain futuristik, kabin nyaman untuk 5 penumpang, dan biaya operasional sangat hemat. Minusnya: jaringan after-sales Neta masih terbatas, jadi perlu cek ketersediaan suku cadang.
2. Wuling Binguo EV Long Range (2024)

Harga bekas sekitar Rp208 juta. Baterai LFP 31,9 kWh dengan jarak tempuh 333 km. Pajak tahunan Rp800 ribu–Rp1,2 juta. Plusnya: gaya retro unik, fitur keselamatan lengkap (ABS+EBD), dan sudah mendukung fast charging DC.
Minusnya: jarak tempuh lebih rendah dari Neta, desain eksterior retro tidak cocok untuk semua selera.
3. BYD Atto 1 Long Range (2024)

Harga bekas sekitar Rp215 juta. Baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh 380 km. Pajak tahunan Rp800 ribu–Rp1,2 juta. Plusnya: kabin lapang, teknologi baterai BYD teruji, dan fitur keselamatan baik. Minusnya: fitur hiburan standar, masih bisa ditingkatkan.
4. Hyundai Ioniq Electric (2022–2023)
![Hyundai IONIQ electric yang baru saja meluncur di Tanah Air (6/11/2020) [PT Hyundai Motors Indonesia].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/07/21712-hyundai-ioniq-electric.jpg)
Harga bekas Rp200–220 juta. Baterai 38,3 kWh dengan jarak tempuh 311 km. Pajak tahunan Rp1–1,5 juta. Plusnya: reputasi Hyundai kuat, suspensi nyaman, dan stabilitas berkendara baik. Minusnya: jarak tempuh lebih rendah dibanding kompetitor baru, model sudah tidak terbaru.
5. Hyundai Kona Electric (2021, Prime Long Range)
![Mobile charging Hyundai Kona dan IONIQ yang ditunjukkan di Sirkuit Sentul Bogor [ANTARA/Fathur Rochman].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/23/19742-mobile-charging-hyundai-kona.jpg)
Harga bekas Rp200–215 juta. Baterai 39,2–63 kWh dengan jarak tempuh 305–484 km. Pajak tahunan super murah, kurang dari Rp500 ribu berkat insentif 0% PKB. Plusnya: harga bekas turun drastis dari Rp500–600 jutaan, garansi baterai 8 tahun/160 ribu km, dan fitur lengkap termasuk Vehicle-to-Load (V2L). Minusnya: stok varian Prime Long Range terbatas, desain interior generasi awal masih kalah modern dibanding versi terbaru.
Kalau kamu cari mobil bekas semewah HR-V tapi pajak anti mahal, pilihan EV ini bisa jadi solusi. Neta V dan Binguo cocok untuk gaya modern, BYD Atto 1 menawarkan teknologi baterai teruji, Ioniq unggul di kenyamanan, sementara Kona Electric jadi primadona dengan pajak tahunan super murah.
Dengan harga Rp200 jutaan dan pajak ringan, mobil listrik bekas ini bukan cuma gaya hidup, tapi juga investasi cerdas untuk jangka panjang. Cocok buat kamu yang ingin naik kelas tanpa harus pusing soal biaya pajak dan operasional.