Nasib Sial Honda di Pasar Mobil Listrik Dunia Usai Merugi Ratusan Triliun

Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:00 WIB
Nasib Sial Honda di Pasar Mobil Listrik Dunia Usai Merugi Ratusan Triliun
Logo Mobil Honda. (Ist)
baca 10 detik
  • Honda dilaporkan membatalkan tiga model listrik global dan menghentikan produksi crossover Honda Prologue di Amerika Serikat.
  • Penjualan Prologue anjlok 74% setelah subsidi federal berakhir, memaksa Honda memangkas target produksi secara signifikan.
  • Pembatalan ini diprediksi menyebabkan kerugian mencapai 2,5 triliun yen akibat permintaan kendaraan listrik yang menurun.

Suara.com - Ambisi besar Honda untuk menghadirkan jajaran mobil listrik di Amerika Serikat tampaknya sedang berada di ujung tanduk. Pabrikan asal Jepang ini dilaporkan tidak hanya membatalkan proyek tiga model listrik global, tetapi juga berencana menghentikan produksi crossover andalannya yaitu Honda Prologue.

Kabar dari Auto News yang merujuk pada data AutoForecast Solutions menyebutkan bahwa Honda tidak memiliki agenda untuk memproduksi generasi kedua Prologue setelah tahun ini berakhir.

Jika rencana tersebut berjalan, maka rakasasa otomotif asal Jepang tersebut diperkirakan bakal angkat kaki dari persaingan pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Padahal Honda Prologue sempat mendapatkan sambutan hangat saat diluncurkan pada 2024. Penjualannya mencapai hampir 39 ribu unit pada 2025 karena terbantu oleh insentif besar dan kredit pajak federal. 

Namun situasi berubah drastis setelah subsidi berakhir karena angka pengiriman pada awal 2026 langsung terjun bebas hingga 74 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Saat ini Honda telah memangkas produksi hampir setengah dari kapasitas awal dan hanya menargetkan penjualan kurang dari 18.000 unit sepanjang tahun ini. 

Meski demikian pihak Honda belum memberikan konfirmasi resmi dan menyatakan bahwa informasi yang beredar masih bersifat spekulatif serta menegaskan Prologue tetap menjadi bagian dari lini produk saat ini.

Keterpurukan Honda semakin nyata dengan potensi kerugian mencapai 2,5 triliun yen atau setara Rp265,4 triliun rupiah. Angka fantastis tersebut muncul setelah perusahaan memutuskan untuk membatalkan peluncuran tiga kendaraan listrik global yaitu Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan crossover listrik Acura RSX.

Langkah mundur ini diambil sebagai respon atas menurunnya permintaan mobil listrik di pasar utama, khususnya Amerika Serikat. Pihak manajemen menilai bahwa memaksakan produk baru di tengah pasar yang lesu akan membahayakan stabilitas bisnis perusahaan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fitur Utama Xiaomi YU7 GT Terungkap: SUV Buas Bertenaga 990 HP, Siap Tantang Porsche

Fitur Utama Xiaomi YU7 GT Terungkap: SUV Buas Bertenaga 990 HP, Siap Tantang Porsche

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:50 WIB

7 Mobil Listrik Termurah Solusi Krisis BBM, Harga Mulai Rp 75 Jutaan

7 Mobil Listrik Termurah Solusi Krisis BBM, Harga Mulai Rp 75 Jutaan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:02 WIB

Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru

Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×