Penjual nakal sering mereset odometer untuk mengelabui pembeli dengan menampilkan jarak tempuh rendah.
Pembeli dapat mendeteksi manipulasi odometer melalui pemeriksaan bengkel resmi, kondisi bodi, serta suku cadang.
Suara.com - Membeli sepeda motor bekas menjadi pilihan logis bagi masyarakat untuk menghemat pengeluaran di tengah tingginya biaya hidup saat ini.
Jual-beli motor bekas dinilai menguntungkan karena memberikan selisih harga yang lumayan dibanding membeli unit baru.
Namun, salah satu trik kotor yang paling sering dilakukan oleh oknum penjual nakal adalah mereset odometer agar jarak tempuh terlihat masih rendah.
Odometer sendiri adalah alat di panel dasbor yang berfungsi untuk mengukur dan menampilkan total jarak tempuh yang telah dilewati kendaraan dalam satuan kilometer sejak pertama kali digunakan.
Jarak tempuh yang rendah sering kali dijadikan alasan utama oleh penjual untuk mematok harga tinggi, dengan klaim bahwa motor tersebut jarang dipakai dan mesinnya masih sangat mulus.
Odometer Asli vs Hasil Reset, Apa Bedanya?
Bagaimana cara cek odometer untuk memastikan penunjuk jarak tersebut masih asli dan belum diotak-atik?
Bagi Anda yang sedang berburu kendaraan roda dua, mendeteksi manipulasi odometer sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda tahu bagian mana saja yang harus diperiksa secara mendetail sebelum uang muka diserahkan.
Langkah paling akurat untuk membongkar kebohongan ini, terutama pada motor injeksi, adalah dengan membawanya ke bengkel resmi terdekat sebelum Anda melakukan transaksi pembayaran.
Motor injeksi adalah tipe sepeda motor yang menggunakan teknologi penyemprotan bahan bakar elektronik berbasis komputer, bukan karburator konvensional.
Melalui penelusuran di kanal YouTube otomotif Proleevo Channel, sang pembuat konten bernama Faiz membagikan pengalamannya mengenai pentingnya melakukan pemindaian sistem ini di diler resmi.
Menurut Faiz, pemilik kendaraan bisa langsung mendeteksi kecurangan dengan menghubungkan komputer ke sistem kelistrikan motor.
Dalam salah satu videonya, Faiz menceritakan kasus nyata yang dialami oleh rekannya saat bertransaksi.
"Kemarin teman saya beli Xmax ngakunya odometernya 7.000 terus dicek di bengkel resmi Yamaha ternyata udah 47.000 jadi ketahuan bohongnya".
Dari kasus ini, terlihat jelas bahwa data digital yang tersimpan di dalam memori komputer motor tidak bisa berbohong meskipun angka di layar dasbor telah diubah.
Jika Anda tidak sempat membawa motor ke bengkel resmi, pemeriksaan visual secara mandiri tetap bisa dilakukan sebagai langkah penyaringan awal.
Kondisi Fisik Motor Jadi Tanda Penting

Tampilan fisik keseluruhan motor harus sebanding dengan angka yang tertera di odometer.
Sebagai contoh, motor dengan odometer yang baru menunjukkan angka 10.000 kilometer umumnya masih memiliki bodi yang kokoh dengan lecet halus yang wajar akibat pemakaian harian.
Jika odometer menunjukkan angka sangat rendah tetapi bodi motor terlihat sangat kusam, retak, atau justru terlalu banyak komponen baru yang tampak mencurigakan, Anda patut menaruh curiga bahwa angka tersebut telah disetel ulang.
Selain bodi, Anda juga wajib menyoroti kondisi fast-moving parts. Istilah ini merujuk pada suku cadang kendaraan yang memiliki masa pakai relatif singkat dan harus diganti secara berkala karena cepat aus, seperti ban, oli, dan kampas rem.
Komponen yang paling mudah dilihat dalam kasus ini adalah ban motor. Ban bawaan pabrik biasanya memiliki kode produksi khusus berupa empat digit angka yang tertera di dinding ban.
Dua digit pertama menunjukkan minggu pembuatan, dan dua digit terakhir menunjukkan tahun pembuatan.
Jika motor tersebut dirakit pada pertengahan tahun 2017 dan odometernya masih di bawah 10.000 kilometer, maka ban yang terpasang idealnya masih ban asli bawaan pabrik dengan tahun pembuatan 2017.
Namun, jika bannya ternyata sudah diganti dengan ban tahun produksi yang jauh lebih muda, ada kemungkinan motor tersebut sebenarnya sudah menempuh jarak yang sangat jauh sehingga bannya harus diganti terlebih dahulu sebelum dijual.
Terakhir, Anda bisa memeriksa keaslian odometer melalui tuas-tuas mekanis yang sering bergerak saat motor dikendarai.
Komponen seperti tuas rem tangan, tuas kopling, hingga tuas persneling atau pengoper gigi harus diperiksa kelancarannya.
Komponen motor dengan kilometer rendah seharusnya masih terasa padat, presisi, dan tidak mengalami kondisi oblak.
Oblak sendiri adalah istilah mekanis untuk menggambarkan kondisi komponen yang longgar, goyang, atau tidak lagi presisi akibat aus karena gesekan berulang dalam jangka waktu lama.
Jika tuas-tuas tersebut terasa sangat longgar saat digerakkan, itu adalah indikasi kuat bahwa motor tersebut sudah lelah menempuh perjalanan panjang meskipun odometernya menunjukkan angka yang sedikit.