- General Motors digugat secara hukum di Delaware akibat masalah pada komponen transmisi CVT mobil Chevrolet dan GMC.
- Cacat transmisi tersebut menyebabkan getaran hebat dan risiko kehilangan tenaga mendadak bagi pengemudi di jalan raya.
- Regulator menerima ratusan pengaduan karena produsen diduga sengaja menyembunyikan risiko kerusakan transmisi sejak tahun 2021.
Suara.com - Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM), menghadapi gugatan hukum kelompok (class action) akibat kendala transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) yang dinilai ringkih dan bermasalah.
Gugatan yang diajukan di Delaware ini menyoroti cacat produksi pada komponen transmisi beberapa model populer Chevrolet dan GMC.
Cacat tersebut memicu kendala perpindahan gigi, getaran hebat, hingga risiko kehilangan tenaga secara mendadak saat berkendara.
Gugatan Class Action dan Lini Mobil yang Terdampak
Penggunaan transmisi CVT kerap menuai kritik dari sebagian pencinta otomotif karena dinilai kurang responsif, biaya perbaikan yang mahal, serta suara dengungan yang mengganggu.
Bagi General Motors, masalah transmisi otomatis ini berlanjut ke ranah hukum setelah gugatan class action resmi dilayangkan di pengadilan Delaware.
Menurut laporan Carscoops, gugatan hukum tersebut menyasar sejumlah model kendaraan buatan GM keluaran tahun produksi terbaru. Lini mobil yang masuk dalam daftar gugatan mencakup:
- Chevrolet Malibu (tahun model 2019 hingga 2025)
- Chevrolet Trailblazer (tahun model 2021 hingga 2025)
- Chevrolet Equinox (tahun model 2024 hingga sekarang)
- GMC Terrain (tahun model 2024 hingga sekarang)
Gugatan yang diajukan oleh penggugat utama, John Williams, membeberkan bahwa transmisi CVT pada mobil-mobil tersebut mengalami cacat desain dan manufaktur pada beberapa komponen krusial.
Komponen yang bermasalah meliputi clutch regulator, valve body, rantai penggerak (drive chain), puli (pulleys), hingga bantalan (bearings).
Gejala Kerusakan dan Keluhan Pemilik Kendaraan
![All-New Trail Blazer di Jakarta, Kamis (23/2/2017). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/02/23/20518-all-new-trail-blazer.jpg)
Kerusakan pada komponen CVT tersebut memicu berbagai gejala kendala teknis saat mobil dikendarai. Penggugat menyatakan bahwa pengemudi kerap merasakan sensasi slip (slipping), gemetaran (shuddering), serta getaran kasar (juddering) pada sistem penggerak kendaraan.
Kondisi yang paling membahayakan keselamatan adalah potensi terjadinya fenomena kehilangan tenaga penggerak secara tiba-tiba dan menyeluruh (sudden and complete loss of motive power) saat mobil sedang melaju di jalan raya.
Penggugat John Williams menceritakan pengalamannya setelah membeli Chevrolet Equinox model 2025 dalam kondisi baru pada Oktober 2024 dari diler Epic Chevrolet di Sacramento, California.
Saat jarak tempuh kendaraan baru menyentuh angka sekitar 7.000 mil, ia mulai merasakan proses perpindahan gigi yang kasar serta keterlambatan akselerasi yang dipicu oleh transmisi CVT.
Ketika Williams melaporkan kendala tersebut ke diler resmi saat jarak tempuh mencapai 14.000 mil, pihak diler justru salah mendiagnosis masalah.
Diler menyatakan bahwa as roda depan (front axles) yang bermasalah dan langsung menggantinya. Meski komponen as roda telah diganti baru, masalah getaran dan keterlambatan akselerasi CVT tetap terjadi.
Dugaan Pembiaran dan Ratusan Laporan Masuk ke Regulator
Gugatan hukum ini mencatat sedikitnya 358 laporan pengaduan resmi dari pemilik kendaraan yang telah masuk ke Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA).
Laporan pengaduan tersebut menyoroti masalah transmisi CVT pada model Chevrolet Malibu, Trailblazer, Equinox, serta GMC Terrain.
Dalam berkas gugatan, GM dituduh telah mengetahui risiko kerusakan prematur pada transmisi CVT tersebut sejak tahun 2021 atau bahkan lebih awal.
Namun, pihak produsen disinyalir sengaja menyembunyikan potensi cacat produksi tersebut dari konsumen.
GM diduga menginstruksikan diler resmi untuk memberi tahu pemilik mobil bahwa kendaraan mereka "beroperasi secara normal" atau "beroperasi sesuai rancangan" (operating as intended).
Meskipun GM telah mengeluarkan beberapa buletin layanan teknis (technical service bulletins), langkah tersebut dinilai gagal menyelesaikan akar masalah kerusakan.
Penggugat menuntut persidangan dengan juri serta ganti rugi materiil, ganti rugi kompensasi, hingga penggantian biaya pengacara.