China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:48 WIB
China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik
Ilustrasi mobil listrik (Magnific)
baca 10 detik
  • Pemerintah China mengurangi berbagai insentif industri kendaraan energi baru akibat terjadinya perlambatan pertumbuhan.
  • China memberlakukan kembali pajak konsumsi baterai lithium-ion sebesar dua persen mulai bulan September 2026.
  • Keringanan pajak pembelian kendaraan energi baru diturunkan menjadi lima persen mulai bulan Januari 2026.

Suara.com - China mulai mengurangi berbagai insentif yang selama ini menopang perkembangan industri kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV), seperti mobil listrik dan plug-in hybrid.

Melansir Nikkei Asia, kebijakan tersebut berpotensi membuat harga kendaraan listrik di Negeri Tirai Bambu mengalami kenaikan. Pasalnya, produsen kini harus menanggung sejumlah biaya yang sebelumnya mendapat keringanan dari pemerintah.

Salah satu perubahan yang mulai dilakukan adalah kembali berlakunya pajak konsumsi sebesar 2 persen untuk baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan energi baru sejak September 2026.

Kebijakan tersebut menjadi perubahan pertama setelah pemerintah China memberikan pembebasan pajak untuk baterai lithium-ion selama 11 tahun sejak 2015.

Tarif pajak tersebut juga tidak berhenti di angka 2 persen. Mulai September 2027, tarifnya akan meningkat menjadi 4 persen.

Tambahan biaya itu pada akhirnya berpotensi diteruskan ke konsumen. Bahkan, salah satu produsen baterai di China berencana memasukkan pajak 2 persen tersebut ke dalam harga jual baterainya.

Selain pajak baterai, China juga mulai mengurangi insentif untuk ekspor baterai kendaraan listrik. Insentif pajak ekspor yang sebelumnya mencapai 9 persen kini dipangkas menjadi 6 persen sejak April 2026 dan akan dihapus sepenuhnya mulai Januari 2027.

Pemerintah China juga secara bertahap mengurangi keringanan pajak pembelian kendaraan energi baru.

Jika sebelumnya NEV mendapatkan pembebasan penuh dari pajak pembelian kendaraan sebesar 10 persen sejak 2014 hingga akhir 2025, mulai Januari 2026 pembelian kendaraan tersebut dikenakan pajak sebesar 5 persen.

baca juga

Tarif tersebut kemudian akan kembali naik menjadi 10 persen pada Januari 2028, sehingga sama dengan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Langkah tersebut dilakukan karena industri kendaraan energi baru di China mulai menghadapi perlambatan setelah mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa tahun terakhir.

China sebelumnya menempati posisi pertama dunia dalam penjualan NEV sepanjang 2025 dan menjadi yang terbesar selama 11 tahun berturut-turut. Porsinya bahkan mencapai 48 persen dari total penjualan mobil baru di negara tersebut, naik pesat dari 5 persen pada 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Menguak Raksasa Industri Tiongkok di Balik Merek Otomotif BAW

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:33 WIB

ASCO Performa Auto Perluas Jaringan Lewat Peresmian Dealer LEPAS Fatmawati

ASCO Performa Auto Perluas Jaringan Lewat Peresmian Dealer LEPAS Fatmawati

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Terkini

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Herdman Pakai Formasi 3-4-3 vs Thailand, Statistik Timnas Indonesia: 13 Kemenangan, 43 Gol

Herdman Pakai Formasi 3-4-3 vs Thailand, Statistik Timnas Indonesia: 13 Kemenangan, 43 Gol

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo

Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Menaker Kasih Sinyal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Bakal Disahkan Besok

Menaker Kasih Sinyal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Bakal Disahkan Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Pakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik dalam RUU Perampasan Aset

Pakar Unair Tolak Pembuktian Terbalik dalam RUU Perampasan Aset

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:11 WIB

×