- Motul dan McLaren Racing menjalin kemitraan teknis untuk mengembangkan pelumas berperforma tinggi F1 dan WEC sejak sembilan bulan lalu.
- Pelumas transmisi dan diferensial Motul telah melewati lebih dari 40 tahap pengujian ketat di McLaren Technology Centre, Inggris.
- Motul juga akan menyuplai oli mesin untuk program Hypercar McLaren Racing pada kejuaraan WEC mulai musim 2027 mendatang.
Suara.com - Kemitraan teknis antara produsen pelumas Motul dan tim balap McLaren Racing memasuki babak baru. Kolaborasi ini berfokus pada pengembanan teknologi pelumas berperforma tinggi untuk ajang Formula 1 serta kejuaraan ketahanan FIA World Endurance Championship.
Pengembangan formulasi pelumas khusus ini melibatkan tim riset dan pengembangan Motul di Prancis dan Jepang. Proses perancangan berlangsung selama sembilan bulan demi menyesuaikan karakter mekanis mobil balap McLaren MCL40.
Sebelum diaplikasikan di lintasan, pelumas transmisi dan diferensial tersebut harus melewati lebih dari 40 tahap pengujian ketat di McLaren Technology Centre yang berlokasi di Woking, Inggris. Langkah pengujian intensif ini dilakukan guna memastikan daya tahan komponen dalam kondisi beban kerja ekstrem.
Chief Marketing Officer Motul Asia Pacific, Carlo Savoca, mengatakan Formula 1 menjadi salah satu lingkungan pengembangan teknologi yang krusial bagi Motul.
“Motul selalu berkomitmen untuk mengembangkan teknologi pelumas, dan kolaborasi kami dengan McLaren Racing mempertemukan semangat yang sama terhadap keunggulan teknik dan pengembangan berkelanjutan. Formula 1 menyediakan lingkungan luar biasa untuk menyempurnakan teknologi kami, di mana presisi, performa, dan keunggulan teknik berpadu di tingkat tertinggi,” ujar Carlo Savoca, Rabu (7/10/2026).
Selain mendukung ajang F1, ekspansi kerja sama mencakup program Hypercar McLaren Racing pada kejuaraan WEC mulai musim 2027. Motul dipercaya menyuplai oli mesin serta pelumas transmisi dengan mengandalkan jajaran produk flagship 300V yang telah teruji di berbagai balapan ketahanan dunia.
Dukungan teknis juga diperkuat melalui kehadiran laboratorium bergerak atau Racing Lab di area sirkuit. Fasilitas ini berfungsi memantau kondisi fluida secara langsung, mengukur tingkat keausan komponen, menguji stabilitas termal, hingga mendeteksi potensi pengenceran bahan bakar selama sesi balapan berlangsung.
Implementasi langsung dari kemitraan ini mulai terlihat pada gelaran balap kawasan Asia, khususnya menjelang seri balapan F1 di Malaysia dan Singapura. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai arena uji coba nyata untuk mengevaluasi formulasi oli sebelum diproduksi secara massal bagi pengguna jalan raya.