- BYD mendaftarkan paten sistem pendingin rendam untuk penyimpanan energi stasioner skala industri di China.
- Desain kabinet dibagi menjadi dua kompartemen untuk merendam modul baterai dan melindungi komponen kelistrikan.
- Teknologi baru tersebut bertujuan mengatasi pelepasan panas baterai sekaligus menekan risiko kebocoran cairan pendingin.
Suara.com - Pabrikan mobil listrik asal China, BYD, terus memperluas inovasinya di sektor penyimpanan energi. Perusahaan resmi mendaftarkan paten terbaru untuk sistem Battery Energy Storage System (BESS) yang mengusung teknologi immersion cooling atau pendingin rendam.
Paten beromor CN 122868832 A ini telah diterbitkan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA). Teknologi tersebut dirancang untuk mengatasi masalah pelepasan panas pada baterai berkapasitas besar sekaligus menekan risiko kebocoran cairan pendingin.
Guna menjaga keamanan arus listrik, BYD membagi rancangan kabinet baterai menjadi dua bagian. Kompartemen bawah difungsikan sebagai ruang basah tempat modul sel baterai direndam penuh cairan dielektrik berbasis hidrokarbon atau ester.
Cairan non-konduktif ini menyerap panas baterai secara langsung dengan jalur pelepasan yang sangat singkat. Sementara itu, kompartemen atas digunakan sebagai ruang kering untuk menampung perangkat kontrol serta komponen kelistrikan utama.
Sambungan kabel dari modul baterai diarahkan ke bagian atas kabinet sebelum terhubung ke kompartemen kering. Penempatan titik sambungan di posisi tertinggi ini bertujuan mengurangi tekanan hidrostatik cairan pada area seal penyekat, sehingga potensi kebocoran dapat diminimalkan.
Sistem immersion cooling ini khusus ditujukan untuk penyimpanan energi stasioner skala industri, bukan baterai kendaraan penumpang. Saat ini, berkas paten BYD masih menjalani pemeriksaan substantif oleh pihak regulator dan belum memasuki fase produksi komersial. Langkah ini menegaskan keseriusan BYD dalam menguasai teknologi ekosistem energi terbarukan di luar sektor kendaraan listrik.