- Tesla meluncurkan pembaruan perangkat lunak untuk menghadirkan fitur darurat bernama Emergency Drive Away pada kendaraannya.
- Fitur tersebut memungkinkan pengemudi meninggalkan lokasi pengisian daya saat terancam meskipun kabel masih terhubung.
- Penggunaan fitur ini dapat merusak mobil serta stasiun pengisian daya dan mewajibkan perbaikan yang mahal.
Suara.com - Tesla menghadirkan fitur darurat baru yang memungkinkan pengemudi membawa mobilnya pergi meski kabel pengisian daya masih terhubung ke stasiun Supercharger.
Melansir Carscoops, fitur bernama Emergency Drive Away ini dirancang untuk membantu pengemudi meninggalkan lokasi pengisian daya saat menghadapi situasi darurat, misalnya ketika merasa terancam.
Fitur ini hadir melalui pembaruan perangkat lunak versi 2026.38.3. Saat pengemudi mencoba memindahkan tuas ke posisi Drive ketika kabel masih terpasang, layar mobil akan menampilkan peringatan. Pengemudi harus menahan pedal rem dan menekan tombol aktivasi agar mobil bisa bergerak.
Namun, fitur ini tidak menggunakan konektor khusus yang memungkinkan kabel terlepas dengan aman. Saat mobil melaju, kabel akan tertarik hingga terputus dan berpotensi merusak perangkat Supercharger serta port pengisian daya pada mobil.
Dalam demonstrasinya, cairan pendingin berupa glikol juga terlihat tumpah ketika kabel terlepas. Tesla menyatakan pembersihan cairan tersebut akan ditangani sebagai bagian dari proses servis Supercharger.
Tesla memperingatkan bahwa penggunaan fitur ini akan merusak mobil dan Supercharger. Biaya perbaikan instalasi listrik dan infrastruktur stasiun pengisian daya bahkan bisa mencapai 25.000 dolar AS atau sekitar Rp415 juta. Mobil juga wajib menjalani servis setelah fitur tersebut digunakan.
Tesla juga mengingatkan bahwa fitur ini tidak boleh digunakan sembarangan, misalnya hanya karena pengemudi sedang terburu-buru ke kantor. Perusahaa menyebut penyalahgunaan fitur secara sengaja akan dikenai sanksi tambahan meski belum merinci bentuk sanksinya.
Kehadiran fitur ini menjadi sorotan setelah insiden penembakan di stasiun Supercharger di Twin Falls, Idaho, Amerika Serikat, sekitar dua bulan sebelumnya. Dalam insiden tersebut, tiga orang tewas dan tujuh lainnya terluka.
Pihak eksekutif Tesla yang menangani bisnis pengisian daya, Max de Zegher, mengatakan perusahaan telah mempertimbangkan fitur ini selama beberapa tahun. Ia menyebut fitur tersebut sebagai sesuatu yang diharapkan tidak perlu digunakan oleh pemilik mobil.