- Berdasarkan data BNPB per 20 Oktober, lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 50 persen dari total wilayah terdampak nasional.
- Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp164,18 miliar tanpa catatan utang dalam LHKPN KPK.
- Aksi penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dan celetukan viral sang gubernur memicu kritik serta demonstrasi mahasiswa di kantornya.
Suara.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap pekat kembali menjadi sorotan nasional.
Di balik krisis lingkungan yang menyesakkan warga, perhatian publik turut tertuju pada sosok pimpinan daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) beserta deretan aset kekayaan yang dimilikinya.
Separuh Karhutla Nasional Mengepul dari Kalteng
Kondisi paparan asap di wilayah Kalimantan Tengah saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan Suara.com pada data Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20 Oktober, luas lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Tengah paling dominan untuk saat ini.
Data tersebut mengungkap bahwa Provinsi Kalimantan Tengah mendominasi hingga 50 persen dari total wilayah terdampak di Indonesia.
Kabut asap yang berlangsung berbulan-bulan ini mengganggu aktivitas warga dan memicu keprihatinan dari berbagai kalangan.

Menguak Harta Kekayaan Ratusan Miliar Gubernur Kalteng
Di tengah situasi darurat asap tersebut, profil kekayaan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut menarik perhatian publik.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 31 Maret 2026 pada awal masa jabatannya, Agustiar Sabran tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp164.180.823.408.

Mayoritas kekayaan tersebut berupa kas dan setara kas senilai Rp110,73 miliar. Selain itu, ia memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp11,5 miliar di Kabupaten Kotawaringin Barat, harta bergerak lainnya sebesar Rp424,93 juta, serta harta lainnya senilai Rp37,87 miliar tanpa catatan utang.
Deretan Mobil Mewah di Garasi Sang Gubernur

Selain memiliki simpanan kas yang besar, garasi Gubernur Kalimantan Tengah juga dihuni kendaraan bernilai tinggi.
Dalam laporan LHKPN pada kategori alat transportasi dan mesin, total nilai kendaraan milik Agustiar Sabran tercatat sebesar Rp3.645.500.000.
Seluruh kendaraan tersebut diperoleh dari hasil sendiri dan terdiri atas dua unit mobil premium:
- Lexus LX 570 4X4 A/T tahun 2016 senilai Rp2.371.500.000.
- Jeep Gladiator Rubicon 3.6 Double Cabin A/T tahun 2020 senilai Rp1.274.000.000.
Kedua kendaraan tersebut dikenal memiliki kemampuan tinggi untuk berbagai kondisi jalan.
Lexus LX 570 model 2016 merupakan SUV flagship yang dibekali mesin V8 5,7 liter. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 383 horsepower dan torsi puncak 403 lb-ft.
Mobil ini dipadukan dengan transmisi otomatis 8 percepatan, sistem penggerak empat roda permanen (full-time 4WD), interior berlapis kulit semi-aniline, serta sistem audio premium Mark Levinson 19 speaker.
Sementara itu, Jeep Gladiator Rubicon 2020 mengandalkan mesin V6 3.6 liter yang menghasilkan tenaga 285 hp (212,5 kW) dan torsi 353 Nm.
Kendaraan double cabin ini menggunakan transmisi otomatis 8 percepatan dan sistem penggerak 4x4 part-time Rock-Trac NV241OR dengan low range ratio 4.0. Panjang bodinya mencapai 5.539 mm.
![Jeep Gladiator 2021 diluncurkan di Indonesia pada 30 Agustus 2021. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/01/38400-jeep-gladiator-2021.jpg)
Pro-Kontra Aksi Gubernur: Bantuan Ojol dan Celetukan Viral
Di tengah bencana asap, kebijakan dan gaya komunikasi Agustiar Sabran memunculkan beragam respons.
Di satu sisi, ia menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, multivitamin, dan masker KN95 kepada ratusan pengemudi ojek online di Halaman Istana Isen Mulang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyalurkan Bantuan Tunai Langsung Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan paket sembako kepada masyarakat di Kotawaringin Barat.
Namun di sisi lain, kepemimpinannya menuai kritik setelah muncul video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Agustiar Sabran menyebut bahwa bencana asap banyak dipicu oleh ulah manusia dan menyelipkan gurauan, "bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi".
Pernyataan tersebut dinilai sebagian pihak kurang menunjukkan empati di tengah kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Gelombang protes kemudian bermunculan, termasuk aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang mendatangi dan menyegel Kantor Gubernur Kalimantan Tengah untuk menuntut penanganan karhutla yang lebih konkret dan transparan.