-
Greenpeace menggelar aksi protes membentangkan spanduk raksasa di Tugu Selamat Datang Bundaran HI.
-
Aksi tersebut mengkritik lambannya pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memadamkan kebakaran hutan dan menangani krisis.
-
Aktivis mengajak masyarakat terus bersuara mendesak penegakan hukum dan mitigasi bencana lingkungan yang nyata.
Suara.com - Greenpeace mengkritik habis pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran yang belum bisa padamkan kebakaran hutan. Dalam berbagai spanduk yang dibentangkan di Bundaran Hotel Indonesia, mereka kritik asap kebakaran hutan hingga kerja rezim Prabowo.
Dalam Thread, Greenpeace menyatakan alasan untuk kibarkan spanduk raksasa di Tugu Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia.
"NO PROGRESS WITHOUT PROTEST!" tulis Greenpeace.

"Teruslah bersuara teman-teman, lebih lantang, lebih kencang, dan lebih banyak! Jadilah perubahan yang kamu inginkan!
Jangan takut, karena masa depan adalah milik kita semua, dan harus kita perjuangkan bersama."
Greenpeace juga memamerkan 2 perempuan yang panjat tugu Selamat Datang sambil membawa poster berbentuk lingkaran"
"Haze and Prabowo's regime = nationl diaster (kebakaran hutan dan rezim Prabowo adalah bencana nasional)," begitu salah satu tulian poster itu.
Aktivis Greenpeace Indonesia sebelumnya membentangkan spanduk raksasa di atas monumen ikonis Patung Selamat Datang pada Selasa pagi. Kain protes berwarna kuning tersebut menjuntai dari puncak hingga ke bagian bawah monumen.
Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan mendalam terhadap penanganan bencana ekologis yang dinilai lamban. Kebakaran hutan dan krisis lingkungan yang terus berulang menjadi pemicu utama kritik keras ini.
Tulisan menohok terpampang jelas pada spanduk membentang untuk mempertanyakan kinerja pemerintah. Kritik tajam itu menyoroti penderitaan warga akibat dampak krisis lingkungan yang kian memburuk.
"Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" demikian bunyi pesan yang tertulis jelas pada spanduk protes tersebut.
Aksi unjuk rasa lingkungan ini menyoroti lemahnya mitigasi krisis ekologis di berbagai wilayah Indonesia. Isu penanganan bencana dan kebakaran hutan kerap menjadi sorotan tajam kelompok masyarakat sipil terhadap kebijakan pemerintah.