- Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery, mengejutkan publik setelah dokumen pendaftaran produk barunya muncul dalam katalog Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT).
- Produk tersebut berupa skuter listrik mungil (e-moped) yang desainnya sangat mirip dengan Yamaha Vino.
- Dengan perkiraan harga sekitar 300 Dolar AS atau setara Rp5,39 juta, kendaraan ini diprediksi menjadi langkah awal Chery untuk masuk ke industri kendaraan roda dua.
Desain Mirip Yamaha Vino dan Spesifikasi Sederhana
Suara.com - Kemunculan skuter listrik Chery dalam katalog MIIT langsung menarik perhatian para penggemar otomotif. Secara tampilan, skuter listrik bergaya step-through ini mengusung desain retro klasik yang sangat identik dengan Yamaha Vino.
Meski tampilannya mengingatkan pada skuter retro populer milik Yamaha, model buatan Chery ini dibekali spesifikasi yang sederhana dan praktis. Penggeraknya mengandalkan satu motor listrik tipe hub motor yang terpasang langsung pada roda belakang.
Di pasar Tiongkok, kemunculan skuter listrik berdesain retro seperti ini bukan hal baru. Berbagai produsen sering menggunakan komponen umum, cangkang bodi serupa, serta baterai asam-timbal (lead-acid) untuk menekan biaya produksi sehingga harga jual tetap rendah.
Harga Super Murah dan Estimasi Jarak Tempuh

Meski Chery belum merilis harga dan spesifikasi resmi secara rinci, skuter listrik sejenis di pasar Tiongkok umumnya dipasarkan pada kisaran 2.000 yuan atau sekitar 300 Dolar AS.
Dengan kurs 1 Dolar AS setara Rp17.980, harga tersebut berada di kisaran Rp5,39 juta. Pada rentang harga itu, konsumen umumnya mendapatkan kendaraan listrik dengan kapasitas baterai di bawah 2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Model seperti ini memang ditujukan untuk segmen entry-level perkotaan yang membutuhkan sarana mobilitas harian dengan biaya operasional rendah.
Batu Loncatan Chery, Ada Juga Motor Hybrid

Langkah Chery menghadirkan skuter listrik murah yang menyerupai Yamaha Vino dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memasuki pasar roda dua.
Penjualan produk berbiaya rendah ini diyakini dapat membantu Chery membangun pengalaman manufaktur dan menyiapkan lini produksi kendaraan roda dua secara massal.
Langkah tersebut semakin masuk akal setelah divisi kendaraan komersial Chery memperoleh izin dari pemerintah Tiongkok untuk memproduksi sepeda motor sejak akhir September.
Tak hanya fokus pada skuter entry-level, Chery juga telah memamerkan sejumlah konsep sepeda motor listrik masa depan di bawah submerek Cinnox dalam sebuah acara teknologi di markas besarnya di Wuhu.
Beberapa model yang tengah disiapkan antara lain skuter listrik bergaya petualang (pure-electric ADV scooter) dengan jarak tempuh 150 hingga 200 km, serta motor cruiser berteknologi Range Extender Electric Vehicle (EREV) bernama Grow C3 yang dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L).
Kehadiran skuter listrik bergaya Yamaha Vino ini menjadi sinyal kuat bahwa Chery serius memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar kendaraan roda dua listrik di masa depan.