Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB
Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China
Ilustrasi mobil listrik. (freepik)
baca 10 detik
  • Survei Clean Energy Canada pada September menunjukkan 42 persen calon pembeli mobil listrik bersedia menunggu merek China.
  • Pemerintah Kanada membuka akses bagi mobil listrik China melalui sistem kuota setelah sebelumnya mengenakan tarif impor 100 persen.
  • Kehadiran merek China seperti BYD dan Chery berpotensi mendongkrak penetrasi pasar kendaraan listrik di Kanada yang masih rendah.

Suara.com - Kehadiran merek mobil listrik China di pasar Kanada berpotensi memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli kendaraan baru. Sebagian calon pembeli bahkan bersedia menunda pembelian hingga produsen asal negara tersebut mulai memasarkan produknya.

Melansir Insideevs, survei dari lembaga riset Clean Energy Canada pada September menunjukkan sebanyak 48 persen responden ingin menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan kedua. Dari kelompok calon pembeli tersebut, 42 persen mengaku bersedia menunggu hingga merek China tersedia di pasar Kanada sebelum menentukan pilihan.

Angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh responden berniat membeli unit buatan China. Namun hasil survei menunjukkan sebagian calon konsumen ingin membandingkan seluruh opsi terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

Sebelumnya, mobil listrik asal China menghadapi tarif impor sebesar 100 persen saat masuk ke Kanada. Namun pada Januari lalu, pemerintah Kanada mengubah kebijakannya dengan membuka akses bagi sejumlah mobil listrik China melalui sistem kuota.

Sejak perubahan aturan tersebut, sejumlah pabrikan asal China mulai menyiapkan jaringan diler di Kanada. Beberapa merek yang telah mengonfirmasi rencana ekspansi ke negara itu antara lain Chery, Geely, BYD, dan Dongfeng.

Tinggi rasa penasaran calon konsumen tidak lepas dari daya tarik kendaraan listrik China yang dikenal menawarkan harga kompetitif serta fitur canggih. Meski demikian, selisih harga tetap menjadi faktor penentu utama. Jika perbedaan harganya dengan produk dari merek yang lebih mapan tidak terlalu jauh, konsumen berpeluang tetap memilih merek lama yang sudah dikenal.

Sementara itu, penetrasi pasar kendaraan ramah lingkungan di Kanada masih terbilang terbatas. Bahkan pada semester pertama tahun ini, hanya 10,8 persen pembeli mobil baru di negara tersebut yang memilih kendaraan berbasis daya listrik.

Kehadiran lebih banyak pilihan unit dari China berpotensi mendongkrak angka penetrasi pasar tersebut, terutama jika para produsen mampu menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Curhatan Pilu Konsumen usai Beli Geely EX2: Keluar Duit Ratusan Juta Malah Nyesek

Curhatan Pilu Konsumen usai Beli Geely EX2: Keluar Duit Ratusan Juta Malah Nyesek

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:08 WIB

Perlu Kesabaran, Ini Cara Paling Ampuh Minta Maaf ke Zodiak Taurus yang Keras Kepala

Perlu Kesabaran, Ini Cara Paling Ampuh Minta Maaf ke Zodiak Taurus yang Keras Kepala

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki

Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Hingga Tahun 2027, Beli Rumah dan Mobil Bisa Tanpa DP

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi, Menko Airlangga Yakin APBN Tak Jebol

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:36 WIB

×