Sebagian Siswa Australia Kembali ke Sekolah, Satu Positif Corona di Sydney

Sebagian Siswa Australia Kembali ke Sekolah, Satu Positif Corona di Sydney

Setelah dua bulan belajar jarak jauh, Senin pekan ini (25/05) menandai hari pertama sebagian besar murid sekolah negeri kembali ke sekolah di negara bagian New South Wales dan Queensland.

Di negara bagian Victoria, siswa sekolah negeri di pra-sekolah dasar, kelas 1, kelas 2, dan kelas 11 serta 12 kembali ke sekolah mulai hari Selasa (26/05), sedangkan sisanya akan kembali ke kelas pada 9 Juni 2020.

Menjadi guru bagi kedua anaknya di sekolah selama enam minggu, Jamil Bahruddin pagi tadi mengantarkan Nararya, anaknya yang duduk di kelas 1 kembali ke sekolah di Melbourne.

Menurut Bahruddin, Nararya terlihat sangat senang dan antusias menyambut hari pertamanya bertemu lagi dengan teman-teman dan gurunya.

Tapi anak sulungnya, Malya, yang duduk di kelas 4, masih harus menunggu sampai tanggal 9 Juni untuk bisa merasakan lagi duduk di kelas.

"I wish I could go to school too," ucap Malya yang berharap bisa masuk sekolah juga saat ia ikut mengantarkan adiknya ke sekolah.

Nararya diantar juga oleh kakaknya, Malya, di hari pertama masuk sekolah di Melbourne, Victoria.

Supplied: Jamil Bahruddin

Sesampai di sekolah, Nararya langsung bertanya pada gurunya, seperti yang Bahruddin ceritakan kepada Hellena Souisa dari ABC News.

"Do you still remember me? [Masih ingat saya?]," kata Bahruddin menirukan pertanyaan Nararya kepada gurunya.

"Sure! I still remember all of you [tentu saya masih ingat semuanya]," jawab sang guru.

Sebagai orangtua yang mencoba melakukan tugas sebagai guru di rumah bagi kedua anaknya selama masa 'school from home', pembukaan kembali sekolah membuat Bahruddin lega meski masih waswas.

"Senang tapi rada khawatir [karena faktor pandemi], tapi kami percaya saja dengan pihak sekolah yang sudah punya rencana yang detil untuk menjaga social distancing," katanya.

Menurut Bahruddin, sekolah tempat anaknya belajar di kawasan Brunswick, Melbourne, kini memberlakukan beberapa protokol kesehatan.

"Ada empat titik drop off dan pick up yang berbeda untuk setiap kelas. Masing-masing kelas juga punya jam drop off dan pick up, serta reses dan istirahat yang berbeda," jelasnya.

'Drop off' adalah istilah saat mengantarkan anak sekolah dan 'pick up' adalah saat menjemputnya kembali.

Ia menduga, aturan ini diberlakukan untuk membatasi interaksi murid hanya dengan teman-teman sekelasnya saja.

Di setiap titik 'drop off', ada petugas yang membawa 'hand sanitizer' untuk dibagikan pada setiap murid.

Semua alat tulis Nararya sekarang dinamai dan tidak diperbolehkan pinjam-meminjam dengan teman sekelasnya.

Supplied: Jamil Bahruddin

Selain itu, setiap buku dan alat tulis murid juga harus diberi label nama dan tidak boleh dipakai bersama.

Jadi, setiap murid hanya boleh memakai alat tulisnya dan bukunya sendiri, dilarang pinjam-meminjam di kelas.

Setiap murid juga wajib membawa 'hand sanitizer'.

Bahruddin berharap protokol kesehatan yang diterapkan di sekolah anaknya ini bisa meminimalisasi penyebaran wabah COVID-19.

Seorang siswa di Sydney positif virus corona

Sementara itu, seorang siswa di Waverley College Sydney dinyatakan positif tertular virus corona, hanya sehari setelah sebagian murid di seluruh negara bagian di timur Australia kembali ke sekolah.

Sekolah tersebut telah ditutup dan juru bicara sekolah juga mengatakan bahwa siswa dan staf "hampir sepenuhnya dievakuasi".

Waverley College berada di pinggiran timur Sydney, yang dikenal sebagai daerah hotspot virus corona.

Supplied

Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah telah mengirimkan pesan kepada orang tua pagi ini untuk "segera" menjemput anaknya dari sekolah.

Siswa yang terinfeksi duduk di kelas tujuh, yang artinya kemungkinan berusia 12 atau 13 tahun.

Staf di sekolah "segera mengaktifkan respons kritis untuk membawa pulang anak-anak itu dengan cepat dan aman", kata sekolah itu dalam sebuah pernyataan.

"Para siswa yang orangtuanya tidak bisa segera menjemput akan dipulangkan dengan bus pribadi yang disediakan oleh sekolah."

Siswa dan anggota staf yang berhubungan dekat dengan siswa telah dihubungi dan kini pihak sekolah "sedang menunggu arahan lebih lanjut dari NSW Health", kata pernyataan itu.

"Waverley College telah mempersiapkan [penanganan] selama berbulan-bulan dan kami memiliki prosedur untuk memberlakukan sekolah secara online jika terjadi perpanjangan waktu."

Awal bulan ini, Kepala Negara Bagian NSW, Premier Gladys Berejiklian mengatakan "aman untuk kembali ke pengajaran penuh waktu", tetapi juga mengakui bahwa pemerintahnya memperkirakan kasus virus corona akan meningkat ketika siswa kembali ke kampus.

Berejiklian menekankan bahwa sekolah adalah tempat yang aman di tengah pandemi coronavirus.

AAP: Dan Himbrechts

Awalnya, Pemerintah NSW mengatakan siswa akan kembali ke ruang kelas penuh pada awal semester tiga.

Tetapi tanggal itu dimajukan karena jumlah infeksi di seluruh negara bagian berkurang.

Berejiklian mengatakan "wajar" bagi sekolah untuk "ditutup sementara" ketika siswa kembali.

Sejak pandemi dimulai pada bulan Maret, banyak sekolah di Sydney tutup sementara karena kasus terkonfirmasi COVID-19, termasuk Epping Boys High School, Normanhurst West Public School, Warragamba Public School dan St Mary's High School.

Pekan lalu, seorang siswa Sydney lainnya dinyatakan positif di St Ignatius College, Riverview, membuat sekolah swasta itu ditutup untuk pembersihan dan pelacakan kontak.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS