Jakarta - Sebuah studi di tahun 2017 yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction Update menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma lebih dari setengah dalam empat dekade data. Penurunan jumlah dan kualitas sperma ini cukup mengkhawatirkan karena dampaknya cukup besar dalam kesuburan.
Terganggunya kesuburan juga bisa menghambat upaya kamu saat berusaha untuk mendapatkan keturunan. Namun tenang, penurunan jumlah sperma biasanya disebabkan oleh faktor kesehatan dan gaya hidup yang bisa diubah. Dirangkum dari Fox News, berikut adalah sederet di antaranya:
1. Obesitas
Obesitas menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak diidap di dunia. Jumlah sperma yang menurun biasanya terkait dengan terlalu banyak lemak tubuh dan indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Obesitas menurunkan kadar testosteron yang mendorong produksi sperma. Tidak mudah memang untuk menurunkan berat namun dengan melakukannya dan mengurangi ukuran pinggang dapat meningkatkan kesuburan.