KlikBabel.com - Keberadaan pungutan liar (pungli) dinilai dapat menyebabkan berbagai unsur negatif, seperti keresahan yang timbul di masyarakat serta timbulnya biaya ekonomi yang tak sesuai koridor.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka terus berusaha melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) memberantas keberadaan pungli dari oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab.
Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin, SIP, dalam kegiatan sosialisasi kegiatan Satgas Saber Pungli tahun 2021, Senin (08/11/21) di GSG Kecamatan Riau Silip.
"Praktek pungli dapat merusak aspek masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Pemkab Bangka berupaya dalam pemberantasan pungli sehingga Kabupaten Bangka bebas dari masalah pungli," tegasnya.
Keberadaan prakter pungli juga menurutnya dapat memberi stigma negatif masyarakat kepada instansi pelayanan publik itu sendiri.
"Kita tidak mau pugli memberi dampak buruk bagi pelayanan publik kita," katanya.
Untuk itu dirinya menghimbau agar seluruh elemen terkait dapat mengedukasi masyarakat sehingga terhindar dari oknum-oknum yang menawarkan jasa lewat praktek pungli.
"Kepada stakeholder yang tergabung dalam Satgas Saber Pungli agar dapat mensosialisasikan kepada jajarannya terkait pungutan liar ini agar Kabupaten Bangka bersih dari pungutan liar," tukasnya.
loading...Penulis : Farah
Editor : septiani
Sumber : KlikBabel.com
bagikan
halaman ini Berita Terkait 3 Desa/Kelurahan di Bangka Capai 100 Persen Vaksinasi Liga Tiga Grup A Bangka Belitung Dimulai, 7 Kesebelasan Siap Bertanding Bupati Buka Pelatihan Spesialis Pertolongan Pertama KSR PMI Bangka 24 Peserta Ikuti Lomba Implementasi Nilai Kejuangan Perempuan Bangka Raih Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya Tahun 2021 Topik #Pungli #Kabupaten Bangka BPS Bangka Launching Portal Satu Data Indonesia Pemkab Bangka Dorong Pokdarwis Kembangkan dan Kelola Aset Daerah BLT DD Tahap Sembilan Mulai Disalurkan Pengelola E-Waroeng Bangka Terima Bantuan Lemari Pendingin Showcase Upacara HUT RI Kabupaten Bangka Diguyuri Hujan Komentar Berita Terbaru 15 Hours Update: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 244 Kasus, 9.774 Orang Masih Dirawat 15 Hours Kejagung Tetapkan Eks Dirut Operasional Askrindo Anton Fadjar Jadi Tersangka Korupsi 16 Hours Kenapa Biaya Tes PCR Tidak Ditanggung Negara? Menkes: Tak Ada Anggaran 16 Hours KTT Iklim COP 26 di Glaslow, KLHK: Terdapat Kemajuan Besar dalam Proses Negosiasi 16 Hours Berkaca Dari Eropa, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia 16 Hours Gubernur Erzaldi: Pengurus Karang Taruna adalah Pemuda Pejuang Sosial 16 Hours Menkes: Mohon Maaf Bapak-ibu DPR yang Berpenghasikan Cukup, Vaksin Booster Bayar Sendiri 17 Hours Angin Segar untuk Investor, Kabel Laut Sumatera-Bangka Rampung Awal 2022 17 Hours Wagub: Mari Kita Sukseskan HKSN agar Dirasakan Masyarakat 17 Hours Bahaya Rokok, Agung Setiawan Bilang Perda KTR Jangan Di Pandang Sebelah Mata