Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Ilustrasi-Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung bertingkat di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • BMKG mendeteksi asap karhutla dari Sumatra dan Kalimantan memasuki Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada Jumat (16/10/2026).
  • Asap karhutla juga terpantau bergerak melintasi batas negara menuju wilayah Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • BMKG menyatakan perlu pemantauan lanjutan untuk memastikan apakah paparan asap berdampak langsung pada permukaan tanah.

Suara.com - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi memasuki wilayah Jakarta pada Jumat (16/10/2026).

Selain Ibu Kota, sebaran asap juga terpantau di Banten dan Jawa Barat berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, citra sebaran asap yang dirilis pada pukul 10.00 menunjukkan asap telah mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Kalau kita lihat dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 tadi ya, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," ujar Guswanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Guswanto menyebut, asap baru terpantau memasuki wilayah Jakarta pada hari ini. Sehari sebelumnya, keberadaan asap tersebut belum terlihat dalam citra satelit.

"Kalau saya lihat dari seluruh citra satelit, baru hari ini. Kemarin sore juga belum," katanya

BMKG memetakan dua kelompok sebaran asap. Salah satunya berasal dari Papua Selatan, tetapi pergerakannya terpantau hanya mencapai Maluku.

Sementara itu, asap yang mengarah ke Pulau Jawa berasal dari wilayah sekitar Kalimantan dan Sumatra.

"Yang di sekitaran Kalimantan sama Sumatra, itu tersebar di Kalimantan, Sumatra, sama yang sedikit bagian ke Banten, Jawa Barat maupun DKI," jelas Guswanto.

baca juga

Meski asap terdeteksi hingga Jakarta, kondisi tersebut belum otomatis menandakan udara yang dihirup warga telah tercemar. BMKG masih perlu memastikan apakah asap berada di dekat permukaan tanah atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas.

"Sehingga perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," jelas Guswanto.

Karena itu, Guswanto mengingatkan warga agar tidak menjadikan citra satelit sebagai satu-satunya acuan untuk menilai dampak asap. Perkembangan titik panas atau hotspot dan kualitas udara di wilayah terdampak juga perlu diperhatikan.

"Kalau dia air quality-nya makin bersih, berarti paparannya hanya di udara tingkat atas, atmosfer bagian atas," ucap Guswanto.

Selain menuju Pulau Jawa, BMKG juga mendeteksi pergerakan asap lintas batas dari Sumatra dan Kalimantan ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

62 Ribu Balita Terserang ISPA di Tengah Karhutla, Orang Tua Diminta Batasi Anak Keluar Rumah

62 Ribu Balita Terserang ISPA di Tengah Karhutla, Orang Tua Diminta Batasi Anak Keluar Rumah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:44 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×