alexametrics

Ternyata, Tak Punya Uang adalah Alasan Utama Tidak Berlibur pada Akhir Tahu

Ternyata, Tak Punya Uang adalah Alasan Utama Tidak Berlibur pada Akhir Tahu

LOMBOKita – Akhir tahun ini diperkirakan mayoritas orang tidak akan menghabiskan waktu liburannya di luar rumah. Gambaran tersebut didapat dari survei yang dilakukan Indoguidebook.com.

Dari hasil survei yang dilakukan, terkuak jika 53 persen responden yang menjadi sampling menyatakan bakal menghabiskan akhir tahun ini di rumah saja. Sedangkan sisanya, sekitar 47 persen berencana berangkat liburan ke luar kota.

Lebih jauh, dari mayoritas responden yang menyatakan menghabiskan libur tahun ini di rumah saja, mengungkapkan alasan utamanya, yakni tidak ada uang.

“Hasil temuan ini awalnya mengejutkan, karena biasanya akhir tahun merupakan ajang liburan semua warga dari segala jenis status demografis, finansial dan psikososial. Setelah melakukan analisis kualitatif lebih dalam, pada akhirnya kami berusaha memahami fenomena yang sedang terjadi,” kata Content Marketing Specialist IndoGuideBook, M Ridho Utama seperti dikutip Wartaekonomi.co.id-jaringan Suara.com mitra LOMBOKita pada Minggu (5/12/2021).

Dia mengungkapkan, kemungkinan banyak pula yang awalnya sudah memiliki pekerjaan tetap, terpaksa berhenti dari pekerjaan karena Pandemi Covid-19.

“Hal ini pada akhirnya mengakibatkan banyak perusahaan harus melakukan langkah ekstrim mulai dari pemotongan gaji hingga yang terburuk adalah pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya.

Kemudian, alasan kedua adalah karena sibuk bekerja sebanyak 17 persen, diikuti takut akan penyebaran Covid-19 sebesar 15 persen.

“Yang pasti hingga saat ini pandemi COVID masih belum berakhir. Untuk itu kami mengimbau masyarakat yang ingin berlibur untuk menerapkan protokol kesehatan 5M: Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujar Edo.

Sementara untuk tempat tujuan berlibur, mayoritas responden atau 63 persen menyatakan akan menginap di hotel. Kemudian 21 persen menginap di vila terpencil. Sedangkan 10 persen memilih untuk menyewa rumah di tempat tujuan.

“Sisanya sebanyak 5 persen responden memiliki jawaban yang bervariasi, salah satunya adalah menginap di rumah keluarga,” kata Edo memaparkan.

Selain itu, 66 persen responden menyatakan setuju mengenai kebijakan pemerintah yang mewajibkan calon wisatawan melakukan rapid test antigen atau swab PCR.

Lebih jauh, saat ditanya mengenai aktivitas yang dilakukan saat pandemi, banyak yang menyatakan pergi ke cafe atau restoran menjadi pilihan utama. Selain itu, bersepeda dan wisata alam dan posisi ketiga berenang.

Sementara itu, terkait barang yang wajib dibawa dalam rangka penegakan protokol kesehatan, sebanyak 78 persen responden menyatakan masker menjadi barang yang harus ada saat kemana pun bepergian. Kemudian yang kedua hand sanitizer dan diikuti barang lainnya, seperti alat makan sendiri, disinfektan dan juga tisu basah.

Terkini