Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:34 WIB
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
[Suara.com/Rochmat]
Baca 10 detik
  • Menkeu desak direksi baru BEI sapu bersih saham gorengan demi integritas pasar.
  • Pemerintah tahan insentif bursa hingga ada pelaku manipulasi saham yang ditangkap.
  • Direksi BEI 2026-2030 ditargetkan mampu kembangkan investor ritel dan institusi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan menohok bagi calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030.

Bendahara Negara tersebut menegaskan bahwa komitmen utama yang harus dimiliki jajaran direksi baru adalah menyapu bersih para "penggoreng saham" yang selama ini merusak integritas pasar modal Indonesia.

Purbaya menyampaikan hal ini di tengah persiapan pergantian direksi BEI periode 2022-2026 yang akan berakhir tahun ini. Menurutnya, BEI tidak hanya butuh figur yang mengerti pasar, tetapi juga pemberani yang mampu menindak pelaku manipulasi harga.

"Mereka harus punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," tegas Purbaya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Purbaya juga mengungkapkan alasan pemerintah yang hingga kini masih enggan mengucurkan insentif tambahan bagi sektor pasar modal. Ia menantang otoritas bursa untuk menunjukkan prestasi nyata dalam penegakan hukum terhadap pelaku manipulasi pasar.

"Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap," ucap Purbaya secara gamblang.

Ia menegaskan bahwa wacana pemberian insentif fiskal baru akan didiskusikan jika persoalan kredibilitas pasar ini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Namun, Purbaya belum merinci bentuk insentif tersebut karena masih menunggu hasil kerja nyata dari pengelola bursa.

Selain pembenahan moral pasar, Menkeu berharap direksi periode 2026-2030 mampu memperluas basis investor, baik di segmen ritel maupun institusi. Hal ini dianggap krusial untuk memperdalam pasar keuangan nasional.

Sesuai prosedur, pemilihan calon direksi baru biasanya akan melalui tahap persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diumumkan secara resmi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sekitar pertengahan tahun ini.

Baca Juga: Saham DEWA Ngacir ke Level Tertinggi di Hari Pertama Bursa 2026

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI