alexametrics

Perempuan Bergerak: Korban Terima Saja Tantangan Sumpah Muhabalah

Perempuan Bergerak: Korban Terima Saja Tantangan Sumpah Muhabalah

Dugaan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Riau (Unri) mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, LBH hingga berbagai organisasi terkait.

Satu pegiat Aksi Kamisan Pekanbaru, Cici Rifmayanti mengecam terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap satu mahasiswi Unri. Menurutnya, kampus mestinya menghormati harkat dan martabat wanita dalam segala situasi.

"Saya sangat respek kepada korban yang telah berani bersuara. Perlu dilakukan pengawalan serta pendampingan kepada korban. Apalagi korban sudah berani speak up. Perlindungan seperti, kerahasiaan identitas korban dan perlindungan dari adanya ancaman atau intimidasi," jelasnya saat dihubungi riauonline.co.id.

Diberitakan sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unri, SH membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. Dengan bantahan tersebut, SH bahkan mau bersumpah mubahalah seperti yang pernah dilakukan Habib Rizieq Syihab dan Buni Yani.

Melalui sumpah mubahalah ini, manusia berikhtiar dalam sumpah di level tertinggi agar Allah segera menunjukkan kebenaran, dan menghukum orang yang tidak mau berkata benar.

Cici menyebut, ada baiknya korban menerima tantangan muhabalah yang dipimpin oleh ustadz atau kiyai. Mereka bisa menjelaskan kepada kedua belah pihak apa itu yang dimaksud dengan sumpah muhabalah.

"Karena kasus pelecehan seksual akan sulit untuk mengumpulkan bukti apalagi dari pihak korban. Tapi saya berharap pihak kepolisian mengerahkan semua sumber daya dan bekerja secara profesional," imbuh wanita yang tergabung dalam Komunitas Perempuan Bergerak dan Resister Indonesia.

Tak hanya menampik tuduhan atas dirinya, SH juga berencana menuntut balik mahasiswi dan akun instagram @komahi_ur.
Menurutnya, video viral tersebut bagaikan menerima tamparan keras dan mencoreng nama baiknya.

Terkini