Buras Berendam, Kuliner di Kutai Kartanegara yang Ngagenin

Buras Berendam, Kuliner di Kutai Kartanegara yang Ngagenin

TENGGARONG - Jika melancong ke suatu daerah. Selain tempat wisata yang jadi kenangan, makanannya juga bisa jadi pengingat dan ngagenin.

Makanan yang bikin ketagihan itu  adalah Buras Berendam di Warong Etam Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Melayu, di Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Di warung sederhana yang terletak di pusat kota ini, menyediakan banyak menu seperti roti canai, martabak kareh, hingga nasi mercon. Tapi yang jadi primadona salah satunya yaitu Buras Berendam.

Buras Berendam, merupakan nasi bercampur santan yang dimasak dan dibungkus daun pisang. Disajikan dengan kuah santan bercampur daging ikan gabus (haruan), lengkap bersanding bersama sambal udang papai. 

Bahkan, saking nikmatnya makan khas Kutai ini, jangan mimpi akan kebagian jika bertandang siang. Karena pukul 09.00 WITA saja sudah tidak bersisa.

Pemilik Warung Etam Novian Fitriadi mengatakan, Senin sampai Jumat buka mulai jam 8 pagi. Paling ramai dipesan ayam geprek, martabak kareh dan buras berendam.

"Martabak Kareh harganya Rp. 18.000, dan untuk Buras Berendam Rp. 10.000. Buras memang cepat habis karena sering dipesan lewat telpon," terangnya saat ditemui di warungnya beberapa waktu lalu.

Sedangkan racikan dan bumbu, resep sama saja seperti buras yang lain. Namun pada pembuatan kuahnya yang menggunakan bahan pilihan.

"Itu resep rahasia, terkhusus untuk kuahnya," kata pria yang akrap di sapa bendel ini.

Salah satu pelanggan setia Warung Etam Puspa menggungkapkan, buras berendam memang mantap. Selain burasnya yang pulen.

Rasa kuahnya juga enak, santannya pas. "Campuran ikan haruan juga khas seperti ikan asap yang dimasak dengan pengasapan," ujarnya pada media ini. (Sy)

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS