SUKABUMIUPDATE.com – Pasca lebaran pemerintah melalui kementerian kesehatan mulai masif mensosialisasikan protokol kesehatan baru ditengah pandemic covid-19 yaitu new normal. Pemerintah ingin roda birokasi dan perekonomian kembali bergerak dengan standar kesehatan ketat ditengah wabah corona yang angka penularannya masih cukup tinggi khususnya di Indonesia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati menanggapi hal ini dengan meminta pemerintah harus sangat berhati-hati. Kajian epidermologi harus dilakukan dengan melibatkan level pemerintah daerah hingga unit teknis di lapangan, karena konsep new normal yang akan diterapkan hanya bisa dilakukan pada daerah yang angka penyebaran wabahnya rendah.
“Untuk daerah zona hijau okelah, tapi zonasi ini harus disusun hingga per kelurahan dan desa, artinya kewilayahan. Intinya jangan dipukul rata harus memulai konsep new normal di wilayah yang angka penyebaran wabahnya masih tinggi termasuk potensinya (zona merah), tidak dipaksakan,” jelas Lina saat berbincang dengan redaksi sukabumiupdate.com melalui sambungan telpon, Selasa (26/5/2020).