alexametrics

Libur Lebaran Bareng Hiu Imut di Bangsring Underwater Banyuwangi

Libur Lebaran Bareng Hiu Imut di Bangsring Underwater Banyuwangi

TIMESINDONESIA – Bingung mau kemana saat liburan lebaran? Yuk cobain sensasi berenang bareng hiu-hiu imut di wisata Bangsring Underwater Banyuwangi. Takut digigit? Tenang, hiu-hiu ini masih tergolong bayi sehingga masih belum tumbuh gigi.

Wisata ini berlokasi di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jika masih bingung, aplikasi Google maps telah mencatat lokasinya secara akurat kok.

Hiu-hiu tersebut bersahabat dengan manusia. Ini karena mereka ada di sebuah klinik penangkaran yang dibuka sejak tahun 2014 lalu.

Hal ini diawali atas keprihatinan akan mulai langkanya ikan hiu di laut lepas. Untuk itu pengelola Bangsring underwater mulai memanfaatkan keramba ikan hias yang kosong di Rumah Apung untuk dijadikan klinik dan tempat karantina. Untuk hiu yang dirawat di keramba apung ini bukanlah yang sudah dewasa, melainkan masih berusia 1 hingga 2 tahun.

Hingga saat ini sudah seratus lebih anakan hiu atau biasa disebut baby shark yang dirawat di tempat ini. Setelah dipastikan sembuh, selanjutnya hiu tersebut langsung dilepasliarkan kembali di perairan selat Bali.

Menurut salah satu pengelola Rumah Apung, Bangsring Underwater, Sukirno, hiu yang ada ditempat ini diperoleh dari nelayan setempat yang tidak sengaja menangkapnya saat mereka sedang mencari ikan untuk dijual dan dikonsumsi.

“Hiu yang ada disini terjerat jaring nelayan, bersama ikan konsumsi lainnya. Dikarenakan hiunya meronta-ronta setelah terkena jaring, akhirnya membuat luka di bagian mulut atau bagian tubuh lain. Agar tidak mati, sebelum dilepas kembali ke lautan bebas, anakan hiu yang terluka ini kami karantina terlebih dahulu,” kata Sukirno.

Adanya klinik hiu di kawasan konservasi terumbu karang rupanya dimanfaatkan oleh pengelola wisata. Untuk dijadikan destinasi wisata pemacu adrenaline.

Wisatawan yang datang, tidak hanya disuguhi pemandangan indahnya warna-warni ikan, maupun terumbu karang di dasar laut. Melainkan juga bisa merasakan sensasi berenang hingga selfie bersama ikan hiu di keramba berukuran lima meter persegi.

Meskipun ikan hiu tersebut sudah agak jinak, untuk berenang bersama hiu wisatawan tetap harus didampingi oleh pemandu. Selain itu, para wisatawan juga tidak boleh banyak bergerak, maupun memegang ikan hiu saat berada di dalam air agar hiu tidak merasa terganggu.

“Untuk wisatawan yang berenang bersama hiu atau berselfie harus didampingi pemandu selam. Selama berada di dalam air pun juga tidak boleh banyak bergerak, agar kita tidak digigit hiu nya,” ungkap Sukirno.

Sementara itu, Ikhwan Areif, pengelola wisata Bangsring Underwater menambahkan, selain menjadi tempat wisata adrenaline, klinik hiu di pantai Bangsring ini juga bisa dijadikan sarana edukasi kepada masyarakat agar ikut melestarikan hewan laut yang terancam punah tersebut.

“Dengan adanya klinik hiu ini agar masyarakat lebih mencintai hewan laut yang sudah mulai punah ini. Jika masyarakat bisa melihat langsung seperti ini, saya yakin mereka akan lebih menjaga kelestarian hiu. Dengan begitu, hewan ini tidak akan punah ke depannya,” kata Ikhwan Arief, pengelola wisata Bangsring Underwater. (*)

Terkini