Warta Mataram -Partai Demokrat (PD) mengkritik pemanggilan polisi terhadap Presiden BEM Universitas Mulawarman (Unmul) Abdul Muhammad Rachim terkait posting-an Wapres Ma’ruf Amin ‘patung Istana’. Demokrat menilai kritik Wapres Ma’ruf patung Istana sama maknanya dengan Wapres Ma’ruf ‘ban serap’. “Pemanggilan aktivis BEM oleh polisi itu adalah sikap kontra demokrasi, sikap menakut-nakuti rakyat untuk berbicara tentang pemimpinnya,” kata Wakil Ketua Umum Demokrat, Benny K Harman kepada wartawan, Kamis (11/11/2021). “Saya minta polisi tidak terlalu reaktif dalam menanggapi kritik mahasiswa mengenai kinerja pemerintahan Jokowi, termasuk kinerja Wapres,” imbuhnya. Benny menganggap kritik patung Istana bukan menyerang pribadi Ma’ruf. Menurutnya, kritik itu ditujukan untuk sistem ketatanegaraan RI yang menempatkan Wapres sebagai ban serap. “Kritik BEM Unmul bahwa Wapres adalah patung Istana sama maknanya dengan Wapres sebagai ‘ban serap’.
PD Bela BEM Unmul: Wapres ‘Patung Istana’-‘Ban Serap’ Sama Maknanya
Warta Mataram -Partai Demokrat (PD) mengkritik pemanggilan polisi terhadap Presiden BEM Universitas Mulawarman (Unmul) Abdul Muhammad Rachim terkait posting-an Wapres Ma’
wartamataram
Kamis, 11 November 2021 | 14:32 WIB
Sumber: wartamataram
BERITA LAINNYA
Ilmu Falak UIN Mataram Juara 2 di ajang Olimpiade Sains Nasional
2023-06-21 15:59:49 WIBTERKINI
benarnews | 12:10 WIB
bantennews | 12:09 WIB
bantennews | 12:09 WIB
banjarbaruklik | 12:09 WIB
afederasi | 12:08 WIB
afederasi | 12:08 WIB
acehinfo | 12:07 WIB
1tulah | 12:06 WIB
1tulah | 12:06 WIB
timesindonesia | 12:06 WIB