Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Galih Prasetyo

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Sedikitnya 26 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya luka-luka akibat gelombang serangan drone serta rudal Rusia di berbagai wilayah Ukraina, hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata yang diumumkan Kiev mulai berlaku. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Rusia meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan 26 orang serta merusak infrastruktur energi nasional.
  • Serangan besar terjadi di kota strategis Ukraina sesaat sebelum rencana gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia dimulai.
  • Ukraina merespons dengan serangan balasan ke wilayah Rusia, menyebabkan korban jiwa serta kebakaran pada kilang minyak di Leningrad.

Suara.com - Sedikitnya 26 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya luka-luka akibat gelombang serangan drone serta rudal Rusia di berbagai wilayah Ukraina, hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata yang diumumkan Kiev mulai berlaku.

Serangan besar itu terjadi saat tensi perang Rusia-Ukraina justru kembali meningkat menjelang gencatan senjata yang direncanakan pekan ini.

Otoritas Ukraina menyebut serangan menghantam sejumlah kota strategis, termasuk Kramatorsk, Zaporizhzhia, Chernihiv, Dnipro, Poltava, dan Kharkiv.

Kota Zaporizhzhia menjadi wilayah dengan korban terbanyak, dengan sedikitnya 12 orang tewas dan belasan lainnya terluka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan lima orang tewas dalam serangan di Kramatorsk, kota penting terakhir di wilayah Donetsk yang masih dikuasai Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)

Empat korban jiwa lainnya dilaporkan tewas akibat serangan terpisah di Kota Dnipro, Ukraina tenggara.

Tak hanya menyasar permukiman, serangan Rusia juga menghantam fasilitas gas milik negara Ukraina di wilayah Poltava dan Kharkiv.

Lima orang, termasuk pekerja energi dan tim penyelamat, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

CEO perusahaan energi negara Ukraina, Serhiy Koretskyi, mengatakan serangan kombinasi drone dan rudal balistik menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur energi.

baca juga

“Kami mengalami kerusakan signifikan dan kehilangan produksi,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.

Akibat serangan itu, pasokan gas ke hampir 3.500 pelanggan terputus. Pemerintah Ukraina kini menilai serangan terhadap fasilitas energi sebagai upaya Moskow melemahkan ketahanan sipil negara tersebut.

Zelenskyy menuding Rusia menunjukkan sikap tak patut dengan mengumumkan gencatan senjata namun tetap meluncurkan serangan mematikan.

Zelenskyy menegaskan Ukraina akan membalas setiap tindakan Rusia secara setimpal.

“Rusia bisa menghentikan tembakan kapan saja. Perdamaian membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar pernyataan,” kata Zelenskyy.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari pada Jumat dan Sabtu untuk memperingati kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Video | Rabu, 29 April 2026 | 19:00 WIB

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:44 WIB

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:36 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×