ZONAUTARA.com – Dunia semakin modern, pergaulan semakin global. Batas-batas budaya semakin cair. Kehidupan modernitas bahkan merangsek hingga ke pelosok-pelosok desa. Kondisi ini salah satunya dipicu oleh semakin mudahnya orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan semakin masifnya penetrasi teknologi informasi.
Budaya luar dengan mudah masuk ke satu komunitas masyarakat, menawarkan ragam kebiasaan baru termasuk dalam hal bahasa dan dialek atau logat, aksen. Tak heran banyak anak muda di kampung yang ingin terlihat seperti anak kota, lalu meniru gaya bahasa dari budaya lain. Tak jarang banyak malah banyak yang malu dengan dialek daerah sendiri.
Tapi tidak bagi Miranty Manangin, perempuan kelahiran 1994 asal Kotamobagu ini. Mira -panggilan akrabnya- terus berusaha mempertahankan tutur bahasa dan dialek kedaerahannya, dimanapun dia berada, tak peduli itu di forum resmi sekalipun.