SUARA PEKANBARU - Sering mendatangi dan percaya dukun, Ustadz Adi Hidayat sampai mohon ampunan.
Indonesia dikenal sebagai satu negara yang cukup kental dengan kepercayaan pada orang sakti atau lebih dikenal dukun atau "orang pintar".
Banyak masyarakat dari berbagai golongan mendatangi dukun hanya untuk sekadar meminta keteguhan hati pada tujuan yang ingin dicapai.
Nah, praktik perdukunan ini sangat "dilindungi" karena dinilai sebagai kearifian lokal dari budaya Indonesia.
![Ustadz Adi Hidayat. [Foto: Tangkapan Layar Youtube]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/04/08/1-ustadz-adi-hidayat-menyebutkan-dua-amalan-yang-sederhana-dengan-ganjaran-surga-sebagai-balasannya-jika-hal-ini-rutin-dilakukan.png)
Bukan itu saja, para petinggi negara yang suka berdukun juga jadi faktor lain para dukun semakin kuat di negara ini.
Dalam hal ini, Ustadz Adi Hidayat sampai memohon ampunan pada Allah lantaran masih banyak yang terjebak pada permainan dukun.
Dosa besar yang akan ditimpakan dan bencana yang dihujamkan menjadi alasan lain mengapa percaya pada dukung sangat dilarang.
Dalam hal ini juga ustadz yang akrab disapa UAH menyinggu ng soal pengobatan alternatif yang dipercayakan pada dukun yang dilarang dalam Islam.
Pengobatan itu ditakutkan ada persekutuan dengan setan dimana mereka menjadi senajat bagi para dukun.
Sebagai pencegahan, Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar hanya kepada Allah-lah memohon keselamatan dan kesehatan.
Karena jika meminta pada selain Allah maka akan tersesat dalam kemusyrikan.
Seperti diketahui saat ini santer seputar ilmu perdukunan dan sejenisnya, Ustadz Adi Hidayat menanggapi hal demikian.
Dikatakan UAH, siapa saja yang melibatkan diri pada dukun tentang kehidupan maka akan mendapat ancaman seirus.
Misal, berkonsultasi, meminta sesuatu, membenarkan dunia perdukunan, maka ada ancaman dari Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan Abdullah Bin Mas'ud:
"Nabi Muhammad SAW bersabda, siapa yang datang kepada orang pintar atau paranormal, tukang sihir atau magis yang ditujukan untuk santet, sihir, dan semisalnya."
"Lalu ketiga dukun, kemudian meminta sesuatu, berkonsultasi atau jasa tertentu, penerawangan, minta jimat, menyakiti seseorang dengan sihir."
"Selanjutnya meyakini dan membenarkan apa yang disampaikan dukun itu, maka orang itu telah mengingkari, kufur atas segala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW," terang Ustadz Adi Hidayat dikutip pekanbaru.suara.com dari kanal youtube Adi Hidayat Official pada Minggu (9/4/2023). (*)