pekanbaru

Cara Melaksanakan Puasa Syawal, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Pahala Puasa Setahun Penuh

Suara Pekanbaru Suara.Com
Rabu, 26 April 2023 | 08:27 WIB
Cara Melaksanakan Puasa Syawal, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Pahala Puasa Setahun Penuh
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan cara melaksanakan puasa Syawal selama enam hari dengan pahalanya yang ibarat puasa setahun penuh. (YouTube)

SUARA PEKANBARU - Simak tata cara puasa Syawal 2023, yang dianjurkan dilaksanakan selama enam hari pasca Lebaran Idul Fitri 2023.

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat mengatakan, puasa Syawal dianjurkan sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian, Ustadz Adi Hidayat menjabarkan, cara menunaikan puasa Syawal yang bisa disesuaikan dengan kondisi umat Islam, sehingga tidak harus di awal, dan berurutan hingga enam hari.

Namun, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, jika ada undangan silaturahmi, dan makan bersama usai Hari Raya Idul Fitri, maka puasa Syawal boleh ditunda di hari berikutnya.

Sekarang ini berada di bulan Syawal 1444 H, setelah sebelumnya melaksanakan puasa wajib di bulan suci Ramadhan 2023.

Di bulan Syawal ini terdapat amalan-amalan sunnah, termasuk yang sangat dianjurkan adalah puasa Syawal selama enam hari.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bulan Syawal adalah bulan spesial selain adanya Hari Raya Idul Fitri, juga adanya amalan sunnah yang hanya ada di bulan Syawal.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari RA:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh, (HR. Muslim)".

Baca Juga: Cari Tahu Cara Memanfaatkan 24 Jam dengan Maksimal melalui Buku Ini!

"Puasa Syawal enam hari ini bisa dilakukan berturut-turut, misal Anda mulai di hari Senin, maka diselesaikan hingga Sabtu. Jika memulai pada Selasa diselesaikan pada Ahad," kata Ustadz Adi Hidayat, mengutip kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Namun, jika menginginkan waktu pelaksanaan puasa Syawal terpisah karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan.

Misalnya, acara silaturahmi atau halal bihalal yang mempertemukan banyak kalangan untuk mempererat silaturahmi, maka boleh dijeda atau tunda.

Ini sebab pengerjaan puasa Syawal terbentang hingga akhir bulan Syawal. Misal, Anda memulai puasa Syawal pada tanggal 3 Syawal, kemudian tanggal 5 ada undangan halal bihalal, yang tidak bisa dihindari, dan ingin menghormati di pemberi undangan.

Serta ada hidangan yang dapat dinikmati bersama, maka bisa dijeda dulu, dan dilanjutkan di hari berikutnya.

"Jadi tidak mesti berurutan, dikerjakan berurutan baik, secara terpisah pun tidak masalah, asal dikerjakan selama enam hari. Keutamaan menyempurnakan puasa Ramadhan ditambah puasa Syawal pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun," kata Ustadz Adi Hidayat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI