4 Hal Terungkap! Kisah Prabowo Subianto Pernah Minta Rekrut Prajurit Khusus dari Suku Dayak, Perang dan Berburu Kepala Musuh Negara

Suara Pekanbaru

Minggu, 07 Mei 2023 | 14:06 WIB
4 Hal Terungkap! Kisah Prabowo Subianto Pernah Minta Rekrut Prajurit Khusus dari Suku Dayak, Perang dan Berburu Kepala Musuh Negara
Prabowo Subianto. Terungkap kisah Prabowo Subianto pernah minta rekrut prajurit Dayak. (suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana)

Prabowo dan Teddy kemudian sepakat lalu bersalaman. Teddy melatih sekitar 4 Kompi tentara. 

Namun Prabowo ingin kemampuan mereka ditingkatkan lagi dengan melacak dan menafsir jejak, serta bertahan di alam tropis.

Teddy lalu mengajak 5 orang temannya dari Suku Dayak Kunan untuk mengajari hal itu di Gunung Salak, Jawa Barat. Teddy kerap kali bergaul dengan Suku Dayak itu kala berada di hutan Kalimantan Timur.

Ia sempat diangkat anak oleh salah satu anggota keluarga bangsawan di sana, dan diberi nama Humu. 

Selain mengajari melacak jejak kelima orang itu juga menunjukkan ilmu mengayau, salah satu dari orang Dayak tersebut bertanya. "Untuk keperluan apa ilmu mengayau kami ini," kata orang dari Suku Dayak. 

Prabowo mengatakan, mengayau musuh negara. "Karena tujuannya berperang, kita harus mengadakan upacara adat terlebih dahulu," katanya. 

Akhirnya pelaksanaan upacara segera dilakukan Teddy. Selain itu ia meminta izin kepada kepala Suku Dayak Kunan untuk membawa lima pemuda tersebut ke Timor Timur

Teddy juga mengajak dua orang tambahan. Ia lalu masuk kembali ke pedalaman di Hulu Sungai Barito dan Mahakam untuk membawa para pengayau diperlukan upacara pemotongan babi dan ayam. 

Salah satu rumah telah dikosongkan untuk memfasilitasi acara ini kepala suku memotong ayam. Darahnya ditampung dalam baskom. Ayam itu kemudian diputar-putar, sehingga darah terciprat ke seluruh dalam rumah. 

baca juga

Lalu mulailah pengucapan doa. Warga berteriak. "lakim-lakim," yang berarti sukses, sukses, sukses. Setelah itu mereka makan bersama. 

Namun ternyata upacara ini tak berhenti di sini. Sang kepala suku meminta Teddy untuk menginap 3 hari 3 malam di dalam rumah itu seorang diri. 

Teddy kaget, karena takut. Tapi tak kuasa menolak. "Masa utusan Prabowo penakut," katanya. 

Pada malam pertama Teddy merasa sangat ketakutan. Ia merasa hampir gila. Mentalnya rontok begitu mendengar suara gemuruh air sungai dan angin yang masuk dari dinding kayu. 

Suara alam malam itu tampak tak seperti biasanya, begitu bising seakan mengantar makhluk tak kasat mata untuk berkumpul di sekeliling Teddy. 

Teddy merasakan kantuk yang tak tertahankan, namun tak bisa tidur dengan tenang karena merasakan seperti ada banyak orang di sekitarnya. 

Teddy juga berteriak-teriak, ia sempat akan membaca ayat-ayat Suci, tapi ia batalkan. "Tadi dipanggil, masa saya mau usir," katanya. 

Teddy lalu mengeluarkan pisau dan mengacungkannya. "Kalau mau datang datanglah, tapi awas kalau sampai kelihatan," katanya. Pada malam itu Teddy sama sekali tidak melihat roh leluhur.

Tapi ia merasakan ada bau busuk, wangi bungan dan aroma dedaunan keram melewatinya. Selama 3 malam, Teddy merasakan tekanan psikologis yang amat mengerikan. 

Ia hanya bisa duduk bersandar ke dinding rumah, sambil tetap memegang pisaunya. Setelah itu kepala suku mengatakan, permintaan mereka telah diterima oleh para leluhur. Upacara itu pun berhasil. 

Ketujuh Pemuda Dayak tersebut akhirnya berangkat ke Timor Timur. Teddy tidak ikut pergi ke sana, karena ia harus menunggu istrinya yang sedang hamil anak kedua. 

Setelah anaknya berusia 3 bulan, Teddy kemudian menuju ke sana untuk melihat teman-temannya. Pada awalnya Teddy hanya ingin berkunjung ke Timor Timur sebentar saja. 

Namun, rencana itu berubah ia malah menetap di sana selama 3 bulan. Pada operasi di Timur itu, Teddy membuat peta operasi yang sangat rinci. 

Pasukan yang dibuat pimpinan Prabowo berhasil merebut 54 pucuk senjata dari musuh dengan peta kontur. 

Teddy mampu memprediksi gerak musuh dan bagaimana mengantisipasi serangan. 

ia mengetahui di mana jalan setapak, lembah, gunung, dan sungai. Teddy juga sering membuat maket area medan tempur. 

Ternyata hal tersebut sangat membantu operasi militer. Lalu apakah ada aksi pemenggalan dalam peristiwa itu? 

Teddy tak mau menceritakan hal tersebut. Prabowo sempat memberikan amplop tebal untuk jasanya, namun Teddy menolak. 

Tedy tidak hanya berperan dalam medan perang di Timor Timur, ia juga turut serta dalam operasi pembebasan 11 orang sandra para peneliti ekspedisi Lawrence 1995 di Mapenduma, Irian Jaya. 

Mereka disandera oleh Organisasi Papua Merdeka atau OPM kelompok Kelly qualit. Prabowo yang menjadi komandan Kopassus atau Komando Pasukan Khusus adalah pemimpin operasi tersebut. 

Tentara Indonesia berhasil membebaskan 9 sandra, sementara dua orang lainnya tewas di tangan OPM. Meski memiliki koneksi yang baik dengan Prabowo, hubungan Teddy dan Prabowo pun tak lepas dari pasang surut.

"Pak Prabowo orangnya keras. Tapi memang sangat pintar dan cerdas, nasional sejati," ujar Teddy. 

Mereka sempat bertegang pada saat operasi TNI di Timor Timur 1988. Teddy sempat tersinggung dengan ucapan Prabowo, yang menganggapnya penakut. 

Semua berawal saat Prabowo berorasi di depan warga, tapi di belakangnya terdapat sekumpulan fretilink yang baru saja tiba dari Australia. 

"Dari belakang bisa deketok, mati dia," katanya. Teddy menganggap orasi tersebut membahayakan diri Prabowo. 

"Ngapain takut? Saya tidak butuh pengecut," ujar Prabowo kala itu. 

Teddy pun langsung menimpali ucapan Prabowo bahwa besok ia akan pulang. Teddy lalu pergi ke kamarnya dan mengunci pintu. Prabowo marah dan menarik taplak meja hingga makanan di atas yang jatuh berhamburan.

Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, mereka segera berbaikan. Prabowo pun mengaku hanya menguji nyali Teddy saja. 

Teddy pun batal pulang setelah mendengar perkataan Prabowo. Kini di usia yang sudah senja, Teddy masih aktif keluar masuk hutan. 

Tetapi ia keluar hutan bukan untuk urusan perang melainkan berburu babi Teddy pun sudah tak ingin berurusan lagi dengan dunia pertempuran perang itu tidak menyenangkan. "Anak-anak wanita, dan orang tua selalu jadi korban," kata Teddy. (*)

Sumber: SEJARAH SERU

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Manfaat Pijit 'Lato-Lato' untuk Gadis Perawan dan Ibu Menyusui, Remas Pakai Cara Ini, Tampilan Bisa Lebih Indah

4 Manfaat Pijit 'Lato-Lato' untuk Gadis Perawan dan Ibu Menyusui, Remas Pakai Cara Ini, Tampilan Bisa Lebih Indah

Pekanbaru | Minggu, 07 Mei 2023 | 13:25 WIB

5 Negara Tak Percaya Tuhan, Alasannya Pilih Seks Bebas, Narkoba, hingga Suntik Mati

5 Negara Tak Percaya Tuhan, Alasannya Pilih Seks Bebas, Narkoba, hingga Suntik Mati

Pekanbaru | Minggu, 07 Mei 2023 | 11:15 WIB

5 Pria Gagah dan Tajir Pernah 'Mencicipi' Sentuhan Tubuh Luna Maya, Musisi Sudah, Pengusaha Apalagi

5 Pria Gagah dan Tajir Pernah 'Mencicipi' Sentuhan Tubuh Luna Maya, Musisi Sudah, Pengusaha Apalagi

Pekanbaru | Minggu, 07 Mei 2023 | 10:29 WIB

7 Aksi Maling Bikin Emosi, Dihantam Balok, Pelaku Sangat Nekat Beraksi di Siang Hari dan Berakhir seperti Ini

7 Aksi Maling Bikin Emosi, Dihantam Balok, Pelaku Sangat Nekat Beraksi di Siang Hari dan Berakhir seperti Ini

Pekanbaru | Minggu, 07 Mei 2023 | 10:13 WIB

Terkini

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran  Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:32 WIB

Rahasia Malang Sukses Hapus Praktik Pasung Sejak Tahun 2025

Rahasia Malang Sukses Hapus Praktik Pasung Sejak Tahun 2025

Malang | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:30 WIB

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama

DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar

Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar

Lampung | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:21 WIB

Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi

Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi

Sumut | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:18 WIB

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:08 WIB

4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan

4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:06 WIB