5 Fakta Mengerikan Kecelakaan Kapal Laut, 4.386 Orang Tewas, Ribuan Terpanggang, Ratusan Siswa Mengambang di Lorong Sempit

Suara Pekanbaru

Minggu, 07 Mei 2023 | 21:05 WIB
5 Fakta Mengerikan Kecelakaan Kapal Laut, 4.386 Orang Tewas, Ribuan Terpanggang, Ratusan Siswa Mengambang di Lorong Sempit
Kecelakaan kapal paling mengerikan di dunia, termasuk ada dari Indonesia. (suara.com/AFP)

Beruntung ada satu murid yang melakukan panggilan pada stasiun pemadam kebakaran setempat untuk meminta pertolongan. 

Setelah itu beberapa helikopter penyelamat bergegas mendatangi lokasi untuk melakukan penyelamatan. 

Bukan hanya itu puluhan tentara dan ratusan penyelam juga dikerahkan untuk mencari penumpang dan awak kapal yang menjadi korban. 

Tidak hanya itu, proses penyelamatan ini juga mendapat bantuan dari kapal perang Amerika Serikat USS Bone Home Richard yang sedang berpatroli di kawasan tersebut. 

Dari hasil penyelamatan sebanyak 304 penumpang dan awal kapal ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. 

Hanya 172 orang yang berhasil diselamatkan. Saat Kapal Sewol mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kapal karam. 

Terdapat hal menarik yang ditemukan dalam proses penyelamatannya. Kapal yang tenggelam dengan posisi miring ini menyebabkan kabin-kabin di dalam kapal terbalik. 

Sehingga para penyelam harus menyusuri lorong-lorong sempit untuk mencari korban. 

Dalam pencarian tersebut penyelam menemukan sekitar 48 jasad yang berdesakan di salah satu ruang sempit dengan memakai jaket penyelam. 

baca juga

Kapten angkatan laut yang saat itu ikut menyelamatkan Kapal Sewol menjelaskan bahwa temuan tersebut diduga banyak penumpang yang terjebak saat kapal miring dan mulai tenggelam. 

Meskipun telah ditemukan lokasi korban, namun para penyelam mengalami kesulitan dalam mengevakuasi jasad yang ditemukan tersebut. 

Kondisi kapal yang terbalik dan segala sesuatu yang mengambang menjadi kendala berat bagi para penyelam untuk melakukan penyelamatan. 

Peristiwa yang melibatkan tenggelamnya Kapal Sewol ini dinilai sebagai tragedi terbesar di dunia pelayaran Korea Selatan. 

Hal inilah yang mendorong dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap penyebab peristiwa nahas tersebut. 

Dalam penyelidikan aparat menahan Kapten dan awak kapal yang diduga lalai dalam mengoperasikan Kapal Sewol. 

Selain itu penyidik juga mencari 20 organisasi yang berafiliasi dengan operator kapal feri tersebut. 

2. Kapal Tampomas 2 

Pada 27 Januari tahun 1981. Tepatnya sekitar 41 tahun yang lalu Indonesia harus bersedih karena sebuah peristiwa yang menenggelamkan sebuah kapal motor penyeberangan atau KMP Tampomas 2. 

Menurut laporan, Kapal Tampomas 2 ini tenggelam di Perairan Masalembo Laut Jawa. Kapal motor penyeberangan Tampomas yang dikelola oleh PT Pelni, merupakan salah satu kapal laut yang melayani penumpang antar pulau, yang sebelumnya digunakan untuk melayani perjalanan haji. 

Kapal itu berangkat dari Jakarta dengan membawa 1054 penumpang dan 82 awak kapal. Namun ketika berada di perairan dekat Kepulauan Masalembu, sebelah utara Pulau Kangean Jawa Timur, kapal itu mengalami kebakaran. 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan laut saat itu, dalam keadaan cuaca yang jelek para penumpang mengalami kepanikan, sehingga beberapa orang terjun ke laut. 

Mengetahui Kapal Tampomas 2 terbakar, Kapal Pelni atau kapal lain yang ada di sekitarnya diperintahkan untuk mendekat, dan memberikan pertolongan. 

Meskipun berbagai penyelamatan telah dilakukan, namun kapal Tampomas 2 harus tenggelam. 

Kapal berbobot mati 2420 ton itu tenggelam di Selat Makassar Dekat Pulau Masalembo sekitar 22 mil laut menjelang Pelabuhan tujuan Ujung Pandang. 

Hingga malam hari, terdapat 566 orang yang berhasil diselamatkan ke atas kapal-kapal yang datang menolong. 

Meskipun begitu upaya penyelamatan terhadap korban kapal Tampomas 2 terkendala cuaca buruk. 

Salah satunya adalah gelombang besar setinggi 7 hingga 10 meter, angin kencang, dan hujan yang menghambat proses penyelamatan hingga saat ini tenggelamnya kapal Tampomas 2 dikenang sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. 

Peristiwa ini tercatat sebagai musibah terbesar dalam sejarah maritim nasional, sekaligus musibah ketiga yang tergolong terbesar di dunia saat itu. 

Menurut penyelidikan yang dilakukan pihak terkait, kecelakaan itu disebut berasal dari percikan api di kabin kendaraan, yang kemudian membesar dan menjalar ke seluruh bagian kapal. 

Kebakaran itu diduga akibat rendahnya disiplin penumpang dan awak kapal tentang keselamatan pelayaran. 

Di antaranya tidak mematuhi larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Selain itu, tenggelamnya Kapal Tampomas 2 juga akibat awak kapal tidak memahami cara dan prosedur penggunaan semua peralatan pertolongan. 

3. KM Digoel

Tragedi kecelakaan kapal terbesar selanjutnya yang pernah terjadi dalam sejarah adalah KM Digoel.

Kapal motor yang sedang melakukan perjalanan dari Merauke ke Tanah Merah Bougen Digoel tenggelam di perairan Arafura. 

Menurut laporan, penyebab tenggelamnya kapal tersebut selain badai juga akibat kapal kelebihan muatan. 

Kapal seberat 150 ton ini seharusnya hanya mampu menampung 153 penumpang. Tapi menurut saksi mata, penumpang saat itu lebih dari 200 orang. 

Sebagian besar penumpang adalah anak-anak asal Digoel yang hendak pulang ke kampung halaman mereka, selama masa liburan sekolah. 

Tidak hanya kelebihan penumpang, pada bagian dalam kapal ini juga berisi alat-alat berat. 

Di sana ditemukan seperti 2 buah buldoser, 600 sak semen, besi beton, bahan bakar minyak, dan masih banyak lagi barang lain yang dibawa oleh kapal tersebut. 

Akibat kecelakaan tersebut, sekitar 84 orang ditemukan tewas, dan 100 orang hilang. Sementara 14 penumpang lainnya berhasil diselamatkan. 

4. Kapal Dona Paz 

Di tahun 1987, tepatnya sekitar 35 tahun yang lalu, ada sebuah peristiwa yang cukup menyedihkan, yakni tragedi tabrakan antar kapal besar. 

Dikatakan kapal tersebut adalah Kapal Feri Dona Paz dengan berat 2.215 ton dengan kapal tanker minyak MT Victor dengan berat sekitar 629 ton di Filipina. 

Tabrakan kapal tersebut merupakan bencana maritim terburuk di dunia karena menewaskan sekitar 4.386 orang, dan hanya 26 orang yang berhasil diselamatkan. 

Menurut laporan terdapat 1000 penumpang anak di bawah usia 4 tahun yang tidak tercatat, serta 1000 penumpang tentara atau sekitar satu Batalyon yang naik terakhir sebelum keberangkatan. 

Dikatakan jika kecelakaan pada Kapal Dona Paz  yang berlayar dari Pulau Leite di Filipina Tengah ini, terjadi karena pemilik kapal kurang memperhatikan keselamatan penumpang dan lebih menekankan aspek bisnis. 

Seorang perwira militer yang selamat dari kecelakaan itu menceritakan, bahwa ketika ia sedang bersama seribu petugas militer dan polisi menaiki Dona Paz , kapal tersebut terlihat miring ke satu sisi karena kelebihan muatan. 

Selain itu ia juga mengatakan, jika terjadi ledakan ketika kedua kapal tersebut bertabrakan. 

Dan api menyambar dengan sangat cepat, karena terdapat tumpahan dari MT Victor yang membawa lebih dari 8000 barrel bensin dan minyak tanah. 

Sebagian orang lari kedek bawah untuk menghindari kobaran api dan asap yang tebal. 

Sebagian lagi memilih untuk melompat ke lautan, namun air laut pun panas karena tumpahan minyak ikut terbakar di lautan. 

Bahkan kobaran api pun masih bisa menjangkau orang-orang hingga kejauhan 1 km. Kondisi ini semakin diperparah ketika angin malam makin memperluas kebakaran. 

Dengan demikian, para korban yang melompat ke laut harus berenang dengan cepat untuk menjauhi api dan suhu air laut yang menjadi sangat panas. 

Sebelum berenang di lautan yang panas, orang-orang yang telah berlumuran minyak pun harus saling berebut mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. 

Saat itu korban selamat harus berenang lebih dari satu jam untuk menghindari api dan air laut yang ganas. 

Kemudian mereka berhasil diselamatkan dengan jaring dari Kapal Dona Claudio. Para korban yang selamat pun mengalami luka bakar parah dan kulit mereka melepuh. 

5. Kapal Kiangnya 

Di tahun 1948 di Cina, rakyat diselimuti oleh kesedihan karena tragedi kapal Kiangnya yang mengalami kecelakaan fatal. 

Dikatakan bahwa saat itu, kapal uap penumpang tersebut meledak dan tenggelam di Muara Sungai Huangku yang berjarak sekitar 80 km dari Shanghai. 

Mengetahui meledak dan tenggelamnya kapal tersebut, pihak pemerintah China berupaya melakukan penyelamatan sesegera mungkin. 

Para petugas penyelamat langsung diterjunkan untuk menyelamatkan para korban yang masih bisa bertahan. 

Menurut laporan, korban tewas dari kecelakaan kapal tersebut pastinya belum diketahui. 

Namun pihak petugas penyelamat memperkirakan, bahwa korban dari kecelakaan kapal ini sekitar 2750, dan 3920 meninggal dengan 700-1000 korban hidup yang berhasil diselamatkan. 

Dalam kecelakaan ini pihak pemerintah China berupaya menyelidiki penyebab meledaknya kapal tersebut. 

Penyebabnya diduga akibat ranjau yang ditinggalkan oleh angkatan laut kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia ke-2 di dalam kapal tersebut. (*)

Sumber: Daftar5

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pompong Dilumat Gelombang, Lima Orang Pencari Pucuk Nipah Tenggelam, Tim SAR Ungkap Duka Mendalam

Pompong Dilumat Gelombang, Lima Orang Pencari Pucuk Nipah Tenggelam, Tim SAR Ungkap Duka Mendalam

Pekanbaru | Kamis, 04 Mei 2023 | 06:50 WIB

Belasan Nyawa Pemudik Melayang di Perairan Indragiri Hilir, Kesaksian Penumpang yang Pernah Naik Kapal Evelyn: Ngeri Bang

Belasan Nyawa Pemudik Melayang di Perairan Indragiri Hilir, Kesaksian Penumpang yang Pernah Naik Kapal Evelyn: Ngeri Bang

Pekanbaru | Jum'at, 28 April 2023 | 12:55 WIB

23 Nama Penumpang SB Evelyn Calisca yang Selamat dari Kecelakaan Kapal

23 Nama Penumpang SB Evelyn Calisca yang Selamat dari Kecelakaan Kapal

Batam | Jum'at, 28 April 2023 | 12:04 WIB

Krolonologis Tenggelamnya kapal SB Evelyn Calisca di Riau: Jumlah Penumpang Simpang Siur

Krolonologis Tenggelamnya kapal SB Evelyn Calisca di Riau: Jumlah Penumpang Simpang Siur

Batam | Jum'at, 28 April 2023 | 11:57 WIB

Update Jumlah Penumpang yang Selamat dari Kecelakaan Kapal SB Evelyn Calisca Tujuan Tanjungpinang

Update Jumlah Penumpang yang Selamat dari Kecelakaan Kapal SB Evelyn Calisca Tujuan Tanjungpinang

Batam | Jum'at, 28 April 2023 | 11:47 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×