SUARA PEKANBARU - Kabar pelecehan seksual kembali terjadi. Saat ini founder Nasi Darurat Jogja asal Yogyakarta curhat kronologi dirinya alami revenge porn.
Sebab, revenge porn terjadi karena adanya ancaman yang dilakukan mantan client founder tersebut yang bernama Evan.
Tentu Evan berbagi kronologi yang dialaminya selama 8 bulan, supaya gerakan Nasi Darurat Jogja tidak mendapatkan dampak negatif dari publik.
![Isi pesan WhatsApp mantan client founder Nasi Darurat Jogja, Evan melakukan revenge porn. [Twitter/nasidaruratJogj]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/07/12/1-20230712-113242.jpg)
Kronologinya dipaparkan di Twitter @nasidaruratJogj pada Selasa (11/7/2023). Meski Evan tidak ingin membocorkannya di media sosial.
"Sebenernya ga etis sih aku UP di sini, tapi biar lah, aku open di sini yak," tulis Evan.
Tujuannya karena Evan diancam pelaku akan menyebarkan video saat mereka berbuat tindakan asusila.
"Saya diancam, diintimidasi dan dipaksa untuk berpacaran dengan mantan client," jelasnya.
Kronologi founder Nasi Darurat Jogja, Evan mengalami revenge porn:
"Kembali ke tahun lalu, dimana saya benar-benar krisis keuangan (sebelum bikin @nasidaruratJogj yang juga diawali dari kondisi krisis ini)."
"Saya 'terpaksa' menerima BO, separah itu."
"Singkatnya saya kenal sama orang tersebut."
"Beberapa kali saya bertemu dengan dia, dan dia rekam, yang ternyata rekaman tersebut dipakai untuk 'memeras' dan menekan saya secara psikologis supaya saya terus-terusan 'melayani seolah-olah saya jatuh cinta sama dia."
"Sebelum ada @nasidaruratJogj saya masih belum terlalu khawatir."
"Tapi kemudian setelah ada Nasi Darurat Jogja kekhawatiran saya bertambah, stres saya bertambah, dan it's ini titik dimana aku udah ga sanggup lagi."
"Jadi biarlah ini semua jadi pembelajaran jadi saya ke depan, saya lega, plong, biar tidak ada perasaan terintimidasi, tertekan."
"Dan akhirnya saya bisa merelakan Welly, 2 ekor ular Weling yang saya jadikan peliharaan untuk plan swicide kalau saya gak sanggup lagi kemarin. Bye Welly."
"Apakah gabisa dirembuk baik-baik? Saya sudah mengupayakan hal ini sejak berbulan-bulan lalu. Even sebelum @nasidaruratJogj ada."
"Tapi dia terus-terusan mengganggu kehidupan pribadi saya."
"Saya tahan-tahan biar gak saya up selama berbulan-bulan, sampai saya sendiri gila. Teriak-teriak sendiri, marah-marah sendiri."
Diketahui, peristiwa tersebut ternyata sudah dialami Evan selama 8 bulan. Membuat aksi kegiatannya untuk berbagi nasi bungkus gratis terhambat.
Meski ia sudah tahu dampak membuka aibnya sendiri. Pastinya akan menjelekkan dan memperburuk citranya yang sebelumnya dikenal baik oleh masyarakat di Yogyakarta.(*)