SUARA PEKANBARU - Isu kedekatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terus menjadi perbincangan jelang Pemilu 2024.
Sebab hingga sekarang ini, terdapat sejumlah calon presiden (capres) berebut suara untuk bisa mendapatkan hati dan dukungan dari relawan Jokowi.
Bersamaan dengan itu, asumsi bahwa arah dukungan Jokowi untuk Prabowo terendus semakin kuat.
Kabar kedekatan dua tokoh itu juga dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Fahri Hamzah.
Ia mengatakan, bahwa hubungan Jokowi dan Prabowo memang memiliki ikatan batin yang sangat kuat.
"Saya mau ungkapkan satu hal yah, Anda harus ngerti bahwa hubungan batin antara Prabowo dengan Jokowi itu kuat sekali," kata Fahri Hamzah, di kanal YouTube Total Politik.
![Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/07/15/1-wakil-ketua-umum-partai-gelora-fahri-hamzah.jpg)
Menurutnya, kedekatan Jokowi dengan Prabowo bukan persoalan baru. Hal tersebut bisa ditelusuri sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta 2014 silam, yang sebelumnya Walikota Solo.
"Karena ini bukan soal baru, ini soal lama, ini soal dari Solo ke Jakarta. Itu nggak gampang itu, itu dalam sekali itu hubungan antara mereka berdua ini," kata Fahri.
Maka dari itu, Kabinet Pemerintahan Jokowi harus menggunakan momentum ini untuk bersatu mendukung Prabowo pada Pilpres 2024.
Baca Juga: Diperkuat 56 Atlet, Kemnaker Ikut Kejuaraan PORNAS XVI KORPRI 2023
Apalagi sekarang ini, approval rate Jokowi sangat tinggi yakni sekitar 80 persen.
"Makanya kalo menurut saya gunakanlah momentum ini, mumpung Pak Jokowi ini approval rate-nya tinggi, harusnya kabinetnya ini bersatu," kata Fahri.
"Apalagi sudah 90 persen, bos. Kalau approval rate sudah 90 persen, ya sudah bersatulah. Bawalah Pak Prabowo ini, tinggal cari wakil," tambahnya. (*)