SUARA PEKANBARU - Persib Bandung memiliki catatan buruk dalam membuka Liga 1 2023/2024 dengan gagal menang dalam empat laga, kebobolan 10 gol.
Persib tiga kali ditahan imbang, mulai dari kontra Madura United, lawan Arema FC, dan Dewa United.
Terakhir, skuad Maung Bandung takluk 2-4 dari PSM Makassar. Hasil ini membuat Persib terperosok ke posisi 16 pada klasemen Liga 1 2023/2024.
Menjelang laga melawan Persik Kediri pekan ke-5 BRI Liga 1 2023/2024, evaluasi besar-besaran harus dilakukan oleh Persib jika tak ingin terbenam.
Caretaker Persib, Yaya Sunarya menjadi orang paling berperan dalam membawa timnya bangkit. Selagi pelatih baru belum bisa bergabung, ia harus memperbaiki situasi di tim.
"Kita sudah bicara dengan semua pemain, tapi sekali lagi terulang lagi. Gol sekarang bukan dari set-piece, kemarin gol terjadi dari satu set-piece. Kemudian open play juga ada, menjadi bahan evaluasi buat kita, tentunya yang pasti kita tidak ingin ini terjadi, ini terulang," kata Yaya.
Yaya Sunarya juga akan melakukan banyak diskusi, dan mencoba beberapa formula entah itu mengubah game plan atau pun rotasi pemain.
Usai Luis Milla mundur dari kursi pelatih, Yaya mengaku tak mudah untuk membuat Maung Bandung secara drastis melakukan perubahan.
"Kita harus menemukan format atau formula, yang bisa menjadi perbaikan untuk next match. Dan kita sudah evaluasi, kita coba mencari bentuk-bentuk yang jadi diskusi untuk dua hari kedepan," katanya.
Baca Juga: Digiland 2023 Surabaya Sukses, Lebih dari 3.500 Pengunjung Hadir
Juru taktik berusia 50 tahun itu, ingin timnya tampil agresif, dan fight seperti performa yang ditampilkan di babak kedua melawan PSM.
Andai penampilan itu bisa dilakukan dari babak pertama, bukan tak mungkin bagi Persib bisa berpeluang mengambil poin.
"Terutama ketika kita masuk di babak kedua, saya ingin pemain tampil seperti itu, agresif, fight. Kita harus sama punya kans, bahwa kita punya peluang juga untuk bisa memenangkan pertandingan," kata Yaya. (*)