SUARA PEKANBARU - Ya Allah! Tega nian orang yang membuang bayi ke dalam mesin cuci. Peristiwa tersebut terjadu di Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah.
Bau busuk yang sudah sangat menggagu akhirnya menjadi tanda jika bayi malang tersebut dibunuh, diduga dilakukan orangtuanya.
Peristiwa pilu tersebut hanya sebatas membuat warga geger, tanpa ada arti tentang bagaiman bisa seorang manusia tega hati membuang dan membunuh darah daging sendiri.
Warga Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah digemparkan dengan temuan jasad bayi di dalam mesin cuci pada Jumat (1/9/2023) pagi sekira jam 10.00 WIT.
Penemuan jasad bayi tersebut kali pertama dilihat seorang warga di kawasan RT 08 Kelurahan Ampera, Samsul. Saat itu ia mencium bau busuk yang menyebar. Saat ditelusuri, ternyata berasal dari samping rumahnya.
Sebelumnya, ia juga sempat mencium bau tak sedap sejak Kamis (31/8/2023). Namun karena sudah sangat mengganggu dan menjadi polusi bau, akhirnya ia mencari asal aroma tak sedap tersebut pada hari Jumat.
Akhirnya, ia menemukan asal bau tersebut menyebar, yaitu dari dalam mesin cuci yang telah rusak. Posisi mesin cuci tersebut diketahui berada di depan pintu kamar mandi luar rumahnya.
"Saat dibuka, saksi menemukan kantong plastik yang dibungkus dengan kain sebanyak 3 lapis, kemudian mengangkat bungkusan tersebut dan melihat isi bungkusan dimaksud dan menemukan mayat bayi dalam kantong plastik tersebut," kata Kasi Humas Polres Maluku Tengah (Malteng) Ipda Mappasini kepada Terasmaluku.com-jaringan Suara.com.
Terkejut dengan hasil pencariannya, pria berusia 45 tahun itu kemudian menghubungi aparat Kepolisian Resort Maluku Tengah.
Baca Juga: AHY Baper Ditelikung NasDem, Annisa Singgung Imbalan atas Kesetiaan, Sindir Anies Baswedan?
Saat itu, ia langsung melaporkan hasil temuannya itu.
"Atas laporan itu pada pukul 10.30 WIT, Piket SPKT Polres Maluku Tengah yang dipimpin oleh Ps Kanit SPKT Aipda Markus Tanamal langsung Turun ke TKP dan melakukan pengamanan TKP," jelasnya.
Selanjutnya, Mappasini mengatakan pihaknya sudah menangani penemuan mayat bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya.
"Untuk pelaku pembuangan mayat bayi masih dalam penyelidikan," katanya. (*)