SUARA PEKANBARU - Babak baru pasangan calon presiden Anies Baswedan dan wakilnya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Anies Baswedan yang sudah lama bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengajal "pengantinnya" Cak Imin untuk bertemu dengan keluarga besar PKS.
Di hadapan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu bersama jajaran, Anies Baswedan memperkenalkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden.
Cak Imin diakui Anies Baswedan adalah pilih dirinya sebagai pendamping pada Pilpres 2023 mendatang.
"Saya perlu beri catatan. Insyaallah berpasangan dengan Pak Muhaimin Iskandar. Ini kita akan bisa mengirimkan pesan kepada semua, bahwa ini (Cak Imin) seorang yang aktif sejak muda, di PMII di masa kuliah, kebetulan kami satu kampus, kemudian di LKIS di Yogya, KMPI, DPR, Wakil Ketua DPR, Menteri, Wakil Ketua MPR, peran-peran kenegaraan, peran-peran pemerintahan sudah dilakukan," tutur Anies di kantor DPP PKS, Selasa (12/9/2023) seperti dikutip dari suara.com.
Poin penting pertemuan Cak Imin, Anies Baswedan, dan PKS
1. Kerja Sama di Koalisi Perubahan
Anies menekankan pentingnya kerja sama dalam Koalisi Perubahan, yang melibatkan partai politik seperti NasDem, PKB, dan PKS.
Kerja sama ini tidak hanya untuk meraih kemenangan dalam pemilihan umum, tetapi juga untuk melaksanakan misi ketika mereka berhasil menang.
2. Perbedaan antara Memenangkan dan Melaksanakan
Anies menggarisbawahi perbedaan antara memenangkan pemilihan dan kemudian melaksanakan perubahan yang dijanjikan.
Ini menunjukkan kesadaran akan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas setelah terpilih.
3. Kompetensi untuk Melaksanakan Perubahan
Anies menyatakan keyakinan bahwa koalisi ini memiliki kompetensi dan rencana yang cukup untuk melaksanakan perubahan yang mereka rencanakan, terutama dalam hal menghadirkan keadilan.
4. Harapan atas Duet dengan Cak Imin